Operasi Pasar, Pertamina Sediakan 3.360 Tabung Elpiji 3 Kg di Enrekang

by

PAREPOS.CO.ID,ENREKANG– Pertamina melakukan operasi pasar di seluruh kecamatan di Kabupaten Enrekang, Senin 3 September 2018. Operasi pasar itu dilakukan merespon keluhan masyarakat terkait kenaikan harga elpiji di tingkat pengecer yang mencapai Rp 30.000 per tabung. Pada operasi pasar ini, Pertamina menyediakan 3.360 tabung elpiji 3 kg yang ditujukan bagi masyarakat miskin.

Unit Manager Communication dan CSR MOR VII, M. Roby Hervindo menjelaskan rata-rata penyaluran elpiji 3 kg di Kabupaten Enrekang mencapai 4.978 tabung per hari. Kebutuhan masyarakat Enrekang dilayani oleh 2 agen dan 131 pangkalan. Jumlah penyaluran sebanyak 120 persen meningkat dari penyaluran normal, yaitu sejumlah 17.920 tabung.

Peningkatan konsumsi elpiji 3 kg di Kabupaten Enrekang ditengarai karena memasuki musim kemarau, semakin banyak petani yang menggunakan elpiji 3 kg untuk bahan bakar pompa air bagi sawah-sawah. Rata-rata penggunaan elpiji untuk mesin pompa air ini menghabiskan 2 tabung elpiji untuk 1 mesin pompa, selama 8 jam operasi.

“Penggunaan elpiji untuk mesin pompa air merupakan bentuk penyalahgunaan. Karena sesuai Permen ESDM no 26 tahun 2009, elpiji bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin dengan penghasilan maksimal 1,5 juta per bulan dan usaha mikro. Tidak ada disebutkan peruntukan bagi pertanian,”terang Roby.

Mengacu pada data BPS Kabupaten Enrekang, jumlah masyarakat miskin mencapai 27.600 jiwa atau sekitar 6.900 KK. Dengan rata-rata penyaluran elpiji di Kabupaten Enrekang sebanyak 129.000 tabung per bulan, maka semestinya kebutuhan masyarakat miskin atas elpiji terpenuhi sebanyak 18 tabung per keluarga per bulan.

Oleh karenanya, Pertamina mengajak pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan penyaluran elpiji bersubsidi sehingga tepat sasaran. Bila penggunaan elpiji tidak tepat sasaran, maka penambahan penyaluran elpiji tidak akan berdampak positif.

Dalam operasi pasar di Kabupaten Enrekang, Pertamina membatasi pembelian elpiji 3 kg maksimal 1 tabung per konsumen. Para konsumen juga harus menyediakan kartu keluarga (KK) untuk memperoleh tabung. “Pembelian harus disertai dengan Kartu Keluarga (KK) dan pemilik KK tidak dapat diwakili, sehingga 1 KK hanya 1 tabung, agar penyaluran elpiji subsidi kepada masyarakat miskin tepat sasaran dan merata,” tutup Roby.(fmc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *