Polisi Cokok Lima Pelaku Pemerkosaan dan Penyekapan Siswi SMU di Enrekang – Pare Pos
Hukum dan Kriminal

Polisi Cokok Lima Pelaku Pemerkosaan dan Penyekapan Siswi SMU di Enrekang

Lima dari sembilan pelaku yang berhasil diamankan Polres Enrekang

PAREPOS.CO.ID, ENREKANG– Nasib naas dialami seorang siswi SMU di Kabupaten Enrekang. Setelah dinyatakan hilang selama 14 hari, akhirnya terungkap bahwa korban bernama Mawar (samaran-red) telah menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh 9 pelaku di Hutan Pinus di wilayah Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang.

Terkait kasus tersebut, kepolisian memburu pelaku yang telah melakukan tindak kejahatan kepada siswi yang masih berusia 16 tahun tersebut. Lima dari sembilan pelaku telah berhasil diamankan. Mereka adalah RB (31), HH (21), RR (22), AR (28) dan DS (47).

Sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keempat pelaku DPO yakni, (SF), (FR), (AD) dan IW.

“Kita sudah amankan lima pelaku dari sembilan pelaku. Empat pelaku lainya sementara dalam pengejaran,”kata Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji saat ditemui usai pelaksanaan sertijab, Jumat 14 September, di Mapolres Enrekang.

Ibrahim Aji mengakui, kasus ini cukup mengegerkan warga. Dari pengakuan korban, awalnya dia diajak jalan-jalan oleh seorang pelaku berinisial RM. Kemudian pelaku membawa korban ke sebuah gubuk kosong dihutan pinus di wilayah Kecamatan Baraka.

“Dari hasil penyelidikan, korban disekap selam 14 hari sejak 22 Agustus-4 September di Hutan Pinus di Desa Janggurara dan Desa Banti Kecamatan Baraka,”jelasnya.

Guna mengelabui warga dari perbuatan bejatnya, para pelaku berpindah-pindah tempat melakukan aksi kekerasan seks terhadap korban. Dalam modus para pelaku menyetubui korban, berpura-pura memacari korban serta melakukan serangkaian tipu muslihat serta bujuk rayu.

Para pelaku juga mengancam akan meninggalkan korban di hutan sendirian apa bila korban tidak melayani nafsu bejatnya. Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-undang RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI No 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak atau pasal 287 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar.(her/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!