Paku Pohon Pasang APK Caleg, Ini Reaksi LMP Parepare

by

 

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Alat Peraga Kampanye (APK) berupa tanda gambar seorang caleg untuk DPRD Provinsi Sulsel yang dipasang  dengan cara dipaku di pohon mengundang reaksi sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kota Parepare. Salah satunya Laskar Merah Putih (LMP) Parepare. Ketua Macab LMP Parepare, H Syamsul Latanro mengecam adanya prilaku  yang memasang tanda gambar untuk sosialisasi pencalegan dengan memaku pohon. “Ini tidak boleh ditolerir, instansi terkait baik Bawaslu maupun pemerintah harus menertibkannya,” desak Syamsul Latanro.

Menurutnya, memaku pohon tentu merupakan tindakan yang melanggar, apalagi di Kota Parepare, pemerintah kota sudah membuat perda lingkungan yang salah satu poinnya larangan memaku pohon dalam hal apa saja. “Kita tahu, kalau pohon itu adalah paru-paru kota yanh harus dijaga kelestariaanya. Sehingga aksi memaku pohon tak boleh ditolerir. Apa pun bentuknya harus dicabut, termasuk alat peraga kampanye,” tegasnya.

LMP Parepare, kata Syamsul Latanro, meminta KPU, Bawaslu dan pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam adanya pihak-pihak tertentu yang memasang tanda gambar di pohon dengan cara dipaku. “Jangan tinggal diam. Mari kita bersama-sama untuk menjaga, melindungi dan menyelamatkan lingkungan,” imbaunya.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Parepare, Muh Zaenal Asnun pun akan bergerak cepat untuk menertibkan alat peraga kampanye yang di pasang di pohon dengan cara di paku. ” Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daearh melalu Kesbangpol untuk segera menindaklanjuti hal itu,” kata Zaenal.

Dia mengatakan, dalam PKPU tidak dijelaskan secara detail, namun ada poin bahwa memasang alat peraga kampanye tetap harus mempertimbangkan etika, estetika keindahan kota. Tetapi dalam ketentuan lainnya da Perda yang mengatur tentang pelarangan memaku pohon. “Kami sepakat untuk menjaga lingkungan, termasuk pohon yang ada di Kota Parepare. Tapi Kami di Bawaslu pada tataran alat peraganya. Ini yang telah kita koordinasikan dengan stakeholder untuk menertibakan alat peraga yang dipasang di pohon dengan cara dipaku, ” pungkas Zaenal. (sar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *