Pray For Palu, Ini Perjuangan Tim Darat Pemkab Pangkep – Pare Pos
Opini

Pray For Palu, Ini Perjuangan Tim Darat Pemkab Pangkep

Ketua Tim Darat H Kallang bersama sejumlah tim Pemkab Pangkep

Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) untuk ketiga kalinya menyalurkan bantuan kemanusian bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dilanda bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Penyaluran bantuan melalui jalur laut dan darat telah dilakukan, setidaknya sebanyak tiga kali. Bahkan, Bupati bersama Ketua TP PKK serta Forkopimda Kabupaten Pangkep, Sabtu 20 Oktober, lalu terjunlangsung menyalurkan bantuan kemanusian dan mamantau kondisi masyarakatnya serta wilayah yang dilanda bencana.

Laporan: Ade Cahyadi

Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid SE dalam kegiatan dzikir dan berdoa bersama masyarakat Pangkep yang dilanda bencana di Kota Palu menuturkan, akibat bencana alam ini sebanyak 1.300 orang warga asal Pangkep yang tinggal dibeberapa wilayah di Sulteng mengungsi dan pulang kampung ke Pangkep. Ia pun mengimbau, agar masyarakat yang dilanda bencana untuk bangkit dan lebih bersemangat, anggap kejadian ini adalah ujian untuk hidup lebih baik. Dalam kunjungannya, Bupati Pangkep dua periode itu menyalurkan bantuan kemanusian berupa beras sebanyak 6 ton dan ratusan dos air minum kemasan serta memantau beberapa titik lokasi bencana.

Sebelumnya, Bupati Pangkep juga mengapresiasi perjuangan dari para tim relawan yang berangkat ke lokasi bencana melalui jalur darat dengan berbagai rintangan dan tantangan yang dilaluinya. “Semoga perjuangan para tim relawan, termasuk para donatur yang berasal dari pangkep atas wujud kepedulian mereka terhadap saudara-sadara kita yang dilanda bencana mendapat pahala setimpal,”singkatnya. Seperti diketahui, dalam penyaluran bantuan kemanusian milik Pemkab Pangkep dan beberapa komunitas didaerah penghasil Ikan Bandeng. Telah melahirkan beberapa tim relawan darat yang mengawal bantuan kemanusian hingga ke lokasi kejadian dengan menggunakan kendaraan berupa truk dan mobil empat roda. Jarak tempuh melalui jalur darat, melalui wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) sekitar 835,7 Kilometer atau sekitar 20 jam perjalanan.

Tim relawan darat penyaluran bantuan kemanusian milik Pemkab Pangkep yang dipimpin Kepala Bidang Sungai dan Pantai Dinas PU, H Kallang Ambo Dalle menuturkan, tim relawan menempuh perjalanan selama empat hari lima malam untuk pulang pergi, dengan enam unit kendaraan yang berisi bantuan kemanusian. Selama perjalanan, berbagai tantangan harus dilalui baik berupa kekhawatiran tentang persediaan bahan bakar minyak (BBM), kondisi medan jalan hingga lokasi istirahat. Namun, selama perjalanan itu dapat teratasi bahkan berjalan lancar. ” Iya, alhamdulilah tak ada halangan berarti selama perjalanan. Bahkan wujud kepedulian warga Pangkep yang mengetahui tujuan kami selama perjalanan begitu sangat membantu dan meringankan,”jelasnya.

Ia pun mengucapkan banyak terima kasih atas antusias warga Pangkep yang membantu, baik berupa tempat beristirahat hingga menyiapkan makanan bagi tim darat. “Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian keluarga besar HA Irwan Zainuddin bersama Ketua DPRD Provinsi Sulbar Hj Amalia Aras, KKMP Kota Palu, Satbrimob Karossa, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat, Wahab H Sulur dan sejumlah pihak lainnya,”ungkapnya.

Dalam perjalanan mengawal bantuan kemanusian, rombongan tim darat Pemkab Pangkep dikawal oleh tim Satbrimob Karossa memasuki wilayah Sulteng. Begitupun sesampainya dilokasi kegiatan, pasukan elit kepolisian ini begitu membantu bahkan ikut menurunkan bantuan untuk dibagikan kepada para korban. Tak kalah pentingnya, Keluarga Besar HA Irwan Zainuddin yang menyiapkan tempat beristirahat bagi kami baik di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah hingga Kabupaten Mamuju. “Alhamdulilah perjalanan kami berjalan lancar, baik saat berangkat yang dilepas Ketua DPRD Pangkep hingga kembali,”jelasnya.

Dari data yang dihimpun, dari empat wilayah yang terkena dampak bencana alam menyebabkan sekitar 2.256 orang meninggal, diantaranya di Kota Palu 1.703 orang meninggal dunia, Kabupaten Donggala 171 orang, Kabupaten Sigi 366 orang dan Kabupaten Parigi Moutong 15 orang. Serta Kabupaten Pasangkayu, Sulbar 1 orang. Bukan hanya itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.309 orang dinyatakan masih hilang, 4.612 orang luka-luka dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik. Sedangkan infrastruktur yang rusak akibat bencana tersebut, meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, toko 362 unit, jalan 168 titik retak, dan jembatan 7 unit.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!