BNI Akad Massal Rumah Subsidi, Ini Target PI – Pare Pos
Ekonomi

BNI Akad Massal Rumah Subsidi, Ini Target PI

Ketua DPD Pengembang Indonesia (PI) Sulsel, Ir H Yasser Latief bersama Head Consuler Retail BNI Wilayah Makassar Hadi Santoso.

 

PAREPOS.CO.ID, PARE POS – Ratusan user perumahan subsidi mengikuti akad massal yang dilaksanakan BNI Cabang Parepare. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Kartika, Selasa 27 November, dihadiri Head Consuler Retail BNI Wilayah Makassar Hadi Santoso. Hadi mengatakan, BNI sebagai salah satu bank penyalur KPR melalui sistem  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) melaksanakan akad massal bagi user. BNI bersama bank lain menyalurkan kredit pemilikan rumah subsidi sebagai bentuk pelayanan, sehingga BNI ke depan semakin dikenal.

Persyaratannya yakni ditujukan bagi user berpenghasilan tidak lebih dari Rp 4 juta. “Syarat lainnya adalah rumah pertama, tidak bisa bagi user yang sudah pernah ambil kredit untuk beli rumah,” katanya. Menurutnya, jika bunga bank secara umum 12 sampai 13 persen pertahun.Namun khusus rumah subsidi bunga 5 persen pertahun atau rata-rata perbulan 0,7 persen atau hampir tidak ada bunga. “Sisanya pemerintah yang bayar dengan jangka waktu kredit sampai 20 tahun dan untuk kredit tertentu bisa sampai 25 tahun,” katanya.

Hadi menambahkan, rumah subsidi sebenarnya sampai diplaster, tapi ada juga developer yang memasangi keramik sebagai bentuk pelayanan.”Rumah subsidi itu yang cukup standar dari segi kekuatannya, tiang besi beton harus pakai besi 10.Tapi saya yakin standar rumah yang dibangun developer Parepare sudah 10 standar sesuai kuilifikasi yang ditetapkan pemerintah.Termasuk kekuatan slop dibawah pondasi, remnya pakai besi 8 supaya rumah yang dibeli meski harganya tidak mahal tapi kuat dan nyaman,” ungkapnya.

Hadi menambahkan, rumah subsidi uang mukanya di bayar ke developer hanya bayar Rp 2 juta. Padahal rata-rata harga rumah Rp 6 juta karena harga rumah perunit Rp 136 juta.Jika dikalkulasi kalau uang muka 5 persen maka user sebenarnya harus membayar uang muka Rp 6 juta, karena itu pemerintah memberikan bantuan Rp 4 juta.

“Bank yang nagih kemudian dibayarkan ke developer, semua biaya ringan, biaya notaris, pengikatan dan pembuatan sertifikat membantu untuk tidak mengeluarkan biaya yang tidak banyak, dengan bunga dan uang muka rendah, tapi kualitas bangunan pasti dijaga, tinggal kewajiban bayar angsuran dari user. Hanya saja user tidak boleh memindahtangankan atau mengontrakkan selama lima tahun,”ungkapnya.

Ketua DPD Pengembang Indonesia (PI) Sulsel, Ir H Yasser Latief dalam sambutan mewakili developer mengungkapkan pengalaman ketika akan akad kredit perumahan sama seperti akan akad nikah. “Saya sering dihantui dan Maddumba-dumba sama seperti akad nikah, sanggup kah saya.Tapi Alhamdulillah akad nikah dan akad KPR sukses,” kata YL yang disambut tawa para undangan. “Saya mengucapkan terima kasih BNI yang bank pertama yang tempat akad,” katanya. YL juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih terselenggaranya akad massal yang sejalan dengan visi PI untuk menyiapkan rumah layak huni dimana satu hektare satu kecamatan dan bagaimana mendukung program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah sehingga betul-betul tercapai.

Ke depan bagaimana bank, notaris dan pengembang bersinergi dalam membangun rumah layak huni.
“Developer tentu tidak sekadar membangun rumah, nanti user yang  mendapatkan masalah.Tapi saya yakin user akan mendapat rumah dari developer yang terbaik. Misalnya besinya 10 karena kalau tidak, tidak bisa lolos KPR itu rumah,” kata mantan Pimpred PARE POS ini. DPD PI Sulsel dengan anggota 150 lebih komitmen terus mengembangkan perumahan. “Target kita tahun ini menjual rumah 15 ribu unit, tapi terakhir Desember kami perkirakan hanya mencapai 13 ribu,” ungkapnya. YL juga berterima kasih ke BNI atas kerjasama dengan pengembang Indonesia. “Mudah-mudahan kerjasama berlanjut seterusnya dan kita bisa tumbuh bersama,”pungkasnya. (rif/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!