Penyuluh KB di Desa akan Dapat Tunjangan Kinerja – Pare Pos
Pro Daerah

Penyuluh KB di Desa akan Dapat Tunjangan Kinerja

 

PAREPOS.CO.ID, MAROS – Promosi keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi (KR) berkualitas  digelar di Lapangan Nurdin Johan, Dusun Bengo, Desa Limappoccoe, Kacamatan Cenrana, Maros. Hadir  dalam kegiatan itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Syamsul Bahri, Kadis BKKBN Provinsi Sulsel, Wardihan,  Kadis BKKBN Kabupaten Maros, Nurhaeni Wahid, Sekretaris Camat (Sekcam), Fatahuddin, kepala desa  se-Kecamatan Cenrana, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat Cenrana.

Anggota DPR RI, Syamsul Bahri pada kesempatan itu mengatakan, pemerintah pusat akan segera  melakukan penambahan anggaran untuk program KB dan RK. “Anggaran yang dikucurkan nanti  diprioritaskan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya KB untuk kesehatan seorang ibu dan anaknya,” katanya, Rabu 7 November.

Dan untuk meningkatkan kinerja pegawai penyuluhan tingkat kecamatan dan desa, katanya, diberikan  tunjangan kinerja, di mana pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun.

“Kami  akan mengoptimalkan program KB dan KR yang berkualitas hingga ke pelosok desa. BKKBN juga telah  melakukan revisi anggaran untuk 2019 di setiap desa ditempatkan satu orang penyuluh,” katanya.

Kadis BKKBN Provinsi Sulsel, Wardihan menjelaskan, program KB dan KR berkualitas ini, masyarakat  dapat lebih memahami tentang pentingnya manfaat KB terhadap kesehatan ibu dan anak, serta  meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga dengan dua anak cukup.

“Pemerintah telah memberikan tunjangan kinerja kepada pegawai penyuluhan, yaitu memberikan Tukin  tidak melewati pemerintah provinsi atau kabupaten, tapi diberikan langsung oleh BKKBN Pusat,”  katanya.

Program KB dan KR berkualitas dari BKKBN, tambahnya, untuk mengedukasi masyarakat dan melibatkan  Pemerintah Daerah (Pemda) Maros dalam mengubah pemahaman masyarakat akan pentingnya program KB.

Program KB ini sangatlah bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa meningkatkan kualitas keluarga.  Orangtua akan lebih santai dalam bekerja, lebih banyak waktu untuk memberikan perhatian serta  mendidik anak-anak mereka di rumah. Sehingga anak merasa mendapatkan perhatian dan kasih sayang  yang cukup dari orang tuanya,” tandasnya. (sir/lim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!