Kapolda jadi Pemateri di Rakor Pengawasan Tahapan Pemilu 2019 di Sulbar – Pare Pos
Pileg 2019

Kapolda jadi Pemateri di Rakor Pengawasan Tahapan Pemilu 2019 di Sulbar

 

PAREPOS.CO.ID,MAMUJU — Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar MSi didaulat menjadi narasumber dalam rapat koordinasi yang di selenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), terkait pelaksanaan pengawasan tahapan pemilihan umum (Pemilu) 2019. Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan di Hotel D’Maleo ini dihadiri berbagai pihak seperti Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, KPU, TNI/POLRI, Partai Pengusung, Tokoh Masyarakat, Agama, Pemuda, Jumat 7 Desember 2018.

Rakor yang mengangkat tema ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’. Kapolda Sulbar dalam materinya menyebutkan beberapa pasal terkait rana hukum Pemilu 2019, diantaranya yaitu Pasal 93 yang menjelaskan tugas Bawaslu. “Melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu dan sengketa proses pemilu.

Selain itu, mengawasi persiapan penyelenggaraan pemilu, yang terdiri atas perencanaan dan penetapan jadwal tahapan pemilu. Dalam hal ini bawaslu mengawasi sampai dengan tahap penetapan hasil pemilu, perencanaan pengadaan logistik oleh KPU dan sosialisasi penyelenggaraan pemilu,”jelasnya.

Sementara pada pasal lainnya yaitu pasal 97, kata Kapolda, tugas Bawaslu ditingkat Provinsi serta pasal 101 tentang tugas bawaslu di tingkat Kabupaten atau Kota. Dalam pengawasan pemilu Sentra Gakkumdu berdasarkan NO 38 PASAL 1 UU RI NO 7 THN 2017 mempunyai peran sebagai pusat aktivitas penegakan hukum tindak pidana Pemilu yang terdiri atas unsur Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan / atau Bawaslu Kabupaten / kota, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kepolisian Daerah, dan / atau Kepolsian Resor, dan Kejaksaan Agung Republik Indoenesia, Kejaksaan Tinggi, dan / atau Kejaksaan Negeri.

Disamping itu, dalam pemaparan materinya ia juga menyebutkan ada beberapa kasus pemilu yang telah di tangani dan diproses oleh Polda Sulbar yaitu Pejabat Negara yang melakukan tindakan yang dapat menyudutkan /menepikan Calon Peserta Pemilu, Kampanye diluar Jadwal, Menggunakan Ijaza Palsu namun ketiga perkara ini setelah dilakukan lidik tidak memenuhi unsur.

Sementara kasus Kepala Desa yang melakukan tindakan yang dapat Menyudutkan /Menepikan Calon Peserta Pemilu berkasnya telah lengkap alias P 21 dan telah dilimpahkan ke kejaksaan. Diakhir materinya Kapolda Sulbar juga menekankan untuk mewujudkan Pemilu yang aman, damai dan sejuk perlu untuk memperkokoh sinergitas, pilihan boleh berbeda namun tujuan untuk daerah yang aman dan sejahterah harus satu.

Untuk itu jangan mau terprovokasi dan cepat percaya dengan berita hoax, pilihlah pemimpin sesuai hati nurani. “Percayalah Pemimpin yang baik itu, tergantung dari siapa yang dipimpinnya, olehnya lakukan perubahan mulai dari diri sendiri,”ujarnya. Rapat Koordinasi ini juga di warnai dengan diskusi dan tanya jawab dalam mewujudkan pemilu yang tetap aman, damai dan sejuk sehingga Indonesia khususnya di Sulbar tetap kondusif.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!