Soal Kelangkaan BBM, Pertamina Bilang Begini

by

 

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Ketua DPC II Hiswana Migas Parepare , H Sjamsu ALam Lasattung mengakui, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa pekan terakhir khususnya di wilayah Sulbar dan Ajatappareng disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari Terminal Induk yang merupakan Depot Utama di Bau-bau.
Bukan hanya itu, faktior cuaca dan adanya kendala teknis di terminal induk Bau-bau, sehingga ada keterlambatan suplai.

Untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), kata Sjamsu, terjadinya kelangkaan BBM karena terkendala suplai lewat darat. “Armada penyuplai jalur darat membutuhkan waktu yang lama, karena Hiswana Migas Parepare membawahi Ajatappareng hingga Sulbar sampai ke Trailu sehingga SPBU yang jauh dari Depot lambat mendapatkan suplai,”katanya, Senin 17 Desember, pagi tadi di Warkop 588.

Senada diungkapkan, Sekretaris DPC II Hiswana Migas Parepare, Ibrahim Mukti, untuk saat ini dalam tahap normalisasi dan sedang dilakukan. Olehnya itu, masyarakat tidak usah panik dengan kondisi tersebut.
Terpisah, Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, M Roby Hervindo menjelaskan, terkait untuk pendistribusian BBM melalui jalur darat.

PT Pertamina mengoperasikan 20 unit mobil tangki untuk melayani SPBU. Penyaluran dari Terminal Bahan Bakar Mniyak (TBBM) pun lancar. “Memang pantauan di lapangan, antrian masih terjadi. Tapi ini normal saja, selama stok masih tersedia dan penyaluran berlangsung lancar. Kami tidak mungkin melarang antri toh. Lain hal jika SPBU tutup tidak melayani karena stok habis,”ungkapnya.

Jika itu terjadi, kata Roby, baru bisa disimpulkan ada kendala. “Bisa jadi di stok, atau di penyaluran melalui mobil tanki. Namun selama SPBU tetap beroperasi melayani konsumen sesuai jam operasinya, maka tidak bisa dikatakan BBM langka. Buktinya masih melayani konsumen,”ungkapnya.(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *