Swasembada Bawang Putih, Enrekang dan Bantaeng Target di Sulsel – Pare Pos
Ajatappareng

Swasembada Bawang Putih, Enrekang dan Bantaeng Target di Sulsel

 

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Dua daerah di Sulawesi Selatan yakni Kabupaten Enrekang dan Bantaeng menjadi target swasembada bawang putih pada tahun 2021. Hal itu sesuai komitmen dari Kementrian Pertanian (Kementan) dibawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman. Hal itu dibenarkan Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Suwandi yang mengatakan, sejak pencanangan oleh Mentan, sentra produksi bawang putih kembali menggeliat.

Kini upaya itu mulai menjamur sentra baru penanaman bawang putih. Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, bahkan sampai ke Papua. Ia menegaskan, sejak digulirkan program menuju swasembada bawang putih terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan.

Sebagai bukti, bertahun-tahun data luas tanam bawang putih tidak beranjak dari kisaran 2 ribuan hektar setahun, namun pada 2018 ditargetkan penanaman bawang putih lebih dari 10 ribu hektar yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir. Artinya, naik 500 persen tanam tahun ini. Tahun 2019 nanti kita akan kejar tanam 18 ribu hektare untuk mencapai swasembada benih.

Untuk itu, kata Suwandi menyebutkan pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Pada 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 Hektar di delapan Kabupaten dan 2018 meningkat menjadi 5.949 Hektar yang tersebar di 79 Kabupaten. Tahun depan kita upayakan minimal 10 ribu hektare lagi dari APBN dan 8 ribuan hektar dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. “Upaya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri,”katanya.

Pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan, diantaranya berada di Zona Sulawesi yakni Kabupaten Enrekang, Bantaeng, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minahasa Selatan. Perlu diketahui, saat ini sentra baru yang tumbuh dan berkembang umumnya menggunakan varietas lokal seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru dengan rata rata produktivitas 8-15 ton per hektar. Lahan tanam disarankan di ketinggian diatas 800 meter diatas permukaan laut. Bisa dipanen setelah berumur 110 – 130 hari setelah tanam.(*/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!