ASN Netral di Pemilu, Sekda Majene: Sukseskan Pesta Demokrasi – Pare Pos
Politik

ASN Netral di Pemilu, Sekda Majene: Sukseskan Pesta Demokrasi

 

PAREPOS.CO.ID, MAJENE– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene, H Andi Achmad Syukri menyebutkan, pesta demokrasi atau Pemilihan Umum (Pemilu) yang akan dihelat pada April tahun 2019 adalah merupakan sejarah baru bagi bangsa ini. Pemilu serentak yang akan dihelat itu merupakan yang pertama kalinya, langsung dengan lima pilihan. Yakni masing-masing pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten.

“Tentunya semua itu harus berjalan dengan baik dan damai sesuai harapan kita semua. Meski wilayah Kabupaten Majene terbilang aman dan kondusif dalam pelaksanaan pemilu, namun diharapkan kepada seluruh ASN di daerah ini dapat menyukseskan pesta demokrasi tersebut,” tegas Achmad Syukri, saat memimpin upacara bendera di halaman Kantor bupati Majene yang dihadiri Wakil Bupati Majene, H Lukman, pejabat dan staf setiap OPD, kemarin.

Selain itu, dia juga mengajak dan menekankan kepada setiap ASN lingkup Pemkab Majene untuk tidak terlibat dalam politik praktis karena sanksi pemecatan menanti. Termasuk saling dukung-mendukung para calon tertentu peserta pemilu, karena hal itu dapat mencederai nilai netralitas bagi ASN itu sendiri. Ketua KORPRI Majene itu, menjelaskan data yang ada saat ini jumlah ASN termasuk guru di Kabupaten Majene sekitar 4.867 orang.
Secara otomatis ASN itu sudah menjadi anggota KORPRI. Karenanya, setiap anggota KORPRI itu diharapkan mampu mewujudkan pemilu yang damai, sejuk, sejahtera serta dapat berjalan secara profesional dan netral. Terlebih lagi dalam menuju keberhasilan visi/misi pemkab Majene, seperti Majene Profesional, Produktif dan Proaktif (MP3).

Mantan Kadis Pendidikan Provinsi Sulbar itu juga dengan tegas mengingatkan para ASN untuk tidak mencoba memasang stiker atau sejenisnya yang berbau pemilu pada kendaraan atau memposting di media sosial. “Sebab, hal itu sangat berbahaya bagi ASN dan bisa dipecat. Bahkan yang bersangkutan bisa pindah rumah ke penjara. Jadi harus sayang istri, suami dan anak kalau tidak ingin dipecat. Kasihan keluarga di rumah jadi jangan main-main dengan mengesampingkan netralitas,”tegasnya.(edy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!