BPJS Minta RS Bersabar, Sarankan Pinjam ke Bank – Pare Pos
Pro Daerah

BPJS Minta RS Bersabar, Sarankan Pinjam ke Bank

Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengharapkan pihak rumah sakit bersabar terkait belum dibayarkannya klaim. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Parepare, Sarman Palipadang, Rabu 9 Januari mengatakan, BPJS Kesehatan saat ini memang mengalami masalah, karena kecilnya iuran yang diterima daripada biaya yang harus dibayarkan kepada rumah sakit. “Ini merupakan masalah nasional, mungkin semua tahu bahwa saat ini keuangan BPJS Kesehatan mengalami sedikit masalah, dikarenakan kecilnya iuran yang diterima daripada biaya yang harus dibayarkan,” ungkapnya.

Sarman membenarkan adanya tunggakan pembayaran klaim kepada rumah sakit yang ada di wilayahnya, yakni, Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Barru. “Seperti Rumah Sakit Andi Makkasau, bulan lalu dibayar Oktober dan November 2018. Tapi, bukan berarti kita tidak bayar, pasti bayar. Sistem di pusat, siapa yang lebih dulu mengajukan klaim, itu yang akan dibayarkan,” tandasnya. Namun, ia membantah jika total klaim BPJS kepada Rumah Sakit Andi Makkasau sebesar Rp20 miliar. “Kalau RS Andi Makkasau untuk dua bulan, kami menunggak klaim sebesar Rp9 miliar. Mungkin mereka beranggapan Rp20 miliar karena juga menghitung klaim pendingnya,” tandasnya.

Klaim pending ini, tambahnya, sebenarnya klaim yang tidak disepakati BPJS Kesehatan, dikarenakan berkas yang disetor rumah sakit tidak sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan. “Kenapa ada klaim pending, karena rumah sakit dalam mengajukan berkas tidak sesuai dengan prosedur. Makanya, kami kembalikan untuk melengkapi kembali berkasnya. Tetapi, sampai saat ini belum ada, maka klaimnya kami pending atau tunda pada tahun 2017 dan 2018,” kata Sarman.

Dirinya berharap agar pihak rumah sakit bersabar atas klaim yang tertunggak, tetapi untuk klaim pending agar kiranya berkasnya dievaluasi kembali. “Kami akan membayarnya segera, kami tinggal tunggu drop dari pusat,” katanya. Sementara Humas BPJS Kesehatan Cabang Makassar Wilayah Pangkep, Wira Pratiwi, tidak menampik adanya klaim yang belum terbayarkan, lantaran terjadinya defisit anggaran. Berbagai faktor pun dialami, seperti masih banyaknya terjadi penunggakan iuran oleh masyarakat.

Namun demikian, saat ini sudah ada solusi yang dihadirkan bagi rumah sakit, dengan melalui program Supply Chain Financing (SCF) atau pinjaman lunak dari perbankan. Dijelaskan Wira Pratiwi, SCF merupakan skema pembiayaan dengan menggunakan piutang RS sebagai kolateral. Ketika nilai tertentu dari klaim RS sudah diakui oleh BPJS Kesehatan, namun belum dapat dibayarkan, maka piutang ini dapat diajukan RS kepada pihak perbankan untuk mendapatkan cash in flow.

Dengan demikian, meskipun terjadi keterlambatan pembayaran klaim JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan kepada RS, tidak akan mengganggu cash flow dan operasional RS secara keseluruhan. Program pembiayaan SCF, merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada Faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. (tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!