Jembatan Rusak di Barru, Pelajar Gunakan Rakit Bambu ke Sekolah

by

 

PAREPOS.CO.ID,BARRU– Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Barru, beberapa waktu lalu masih menyisakan sejumlah masalah, khususnya infrastruktur. Jembatan gantung yang menghubungkan dua perkampungan, Kampung Soreang dan Lingkungan Maruala di Kecamatan Sumpang Binangae, sudah hampir dua minggu lebih terputus.

Dampaknya, warga di dua wilayah tersebut agak mengalami kesulitan untuk beraktifitas. Namun demikian, kendala itu tak menyurutkan semangat anak-anak Kampung Soreang untuk pergi bersekolah. Saddank dan Radi contohnya, dua pelajar SMP Negeri 1 Barru ini tampak begitu bersemangat menyeberangi sungai. Mereka menaiki sebuah rakit sambil menenteng sepatu dan tasnya.

Mereka tampak serius, saat wartawan menemui keduanya di seberang sungai. Saddank mengaku sudah dua pekan harus bolak-balik menyeberangi sungai menggunakan rakit. “Hampir dua minggu mi begini pergi sekolah,” kata Saddank.  Beberapa murid Sekolah Dasar dan Taman Kanak-Kanak (TK) juga tampak terlihat bersemangat ke sekolah. Mereka diantar oleh orang tuanya menggunakan rakit bambu.

Di sisi lain warga menilai, penyeberangan menggunakan rakit bagi anak-anak cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, ada bahaya yang mengintai. Olehnya itu, mereka berharap pemerintah bisa segera memperbaiki jembatan gantung yang rusak tersebut.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas PU Barru, Herman Jaya berjanji akan segera mengerjakan jembatan gantung yang putus akibat banjir beberapa waktu lalu. Mantan Camat Balusu ini juga mengatakan, jika pihaknya sudah bergerak untuk melakukan penanganan jembatan di Kampung Soreang. “Pemerintah akan lebih cepat memperbaiki jembatan tersebut,” pungkasnya. (mad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *