Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Kabupaten Pinrang – Pare Pos
Opini

Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Kabupaten Pinrang

 

Kabupaten Pinrang dapat dikembangkan menjadi salah satu daerah lumbung padi Nasional dengan produksi Gabah Kering Sawah (GKS) 411.600 ton per tahun, dan pengembangan pesisir pantai menjadi wisata alam (pantai, air terjun dan air panas), yang didukung oleh kawasan ekonomi pertanian terpadu di sekitar Pantai Ammani.

Catatan: Nursaid
(Kepala KPPN Parepare)

Kabupaten Pinrang adalah salah satu daerah kabupaten di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan bagian utara, yang jarak tempuh kurang lebih 185 km dari Kota Makassar yang dipimpin oleh seorang Bupati (Dr. Andi Aslam Patonangi) periode kedua., yang meliputi 12 Kecamatan dan 69 Desa, ke arah utara perbatasan Kab.Tanah Toraja, arah selatan berbatasan kota Parepare, arah timur berbatasan Kabupaten Sidrap dan Enrekang , arah barat berbatasan Kabupaten Polman Provinsi Sulawesi Barat dan Selat Makassar dengan luas wilayah 196.177 Ha, dengan garis pantai 93 km.

Jumlah penduduk 2016 sebanyak 369.595 jiwa. Kondisi terkini sudah ada hasil pilkada 2018 oleh KPU setempat ditetapkan Bupati terpilih dan wakil Bupati terpilih yakni. H.Andi Irwan dan Andi Alimin. Pada hari minggu tanggal 23 September 2018 telah diresmikan pembukaan Porda Sulsel oleh Bapak Gubernur yang baru Bapak Prof.Ir.H. Nurdin Abdullah mantan Bupati Bantaeng dua periode, tentu saja terjadi peningkatan signifikan jumlah pengunjung di sejumlah obyek wisata yang ada seperti pantai wisata ammani dan wakka di kabupaten Pinrang, karena dengan adanya Porda berarti ada pengunjung dari masing-masing kontingen dari 24 Kab/kota se Provinsi Sulawesi Selatan.

Pertumbuhan ekonomi di Kab.Pinrang meningkat dari tahun ke tahun, dimana sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2014 sebesar 8,14 % menjadi 8,32 % tahun berikutnya lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yakni 5,4 %. Sama dengan kabupaten terdekatnya yakni kab.Sidrap sama-sama menghasilkan beras sebagai komoditi utamanya, hal tersebut terbukti dengan luas lahan areal persawahannya dengan produksi padi yang dihasilkan petani 4,7 – 6,3 ton per Hektar, dimana ada DAS (Daerah Aliran Sungai) Saddang, yang sejak zaman dahulu telah proyek irigasi buatan Belanda. Namun dalam hal produksi beras di pasaran sekitar Sulsel lebih dikenal “ beras sidrap”, walaupun hasil berasnya dari Kabupaten Pinrang.

Oleh karena itu oleh bapak Dr. Andi Aslam Patonangi selaku Bupati Pinrang dua periode memperkenal produksi beras tertentu/langka dan baik untuk kesehatan yaitu produksi “beras organik” tanpa pestisida dan telah menembus Supermarket Gelaell Jl. Sultan Hasanuddin di Makassar. Disamping di Kab.Pinrang juga telah dikembangkan lahan-lahan tambak ikan air tawar di lokasi sekitar pantai lowita sampai ke pantai ammani, perlu perencanaan yang matang untuk membentuk kawasan ekonomi terpadu yakni ada penanaman padi, tambak ikan dan rumput laut oleh para petani atau nelayan setempat yang akan menjadi penggerak ekonomi, disamping itu pula perlu pengembangan wisata bahari disekitar ujung lore kab.Pinrang seperti kawasan Ancol Jakarta atau kawasan Pantai Losari Makassar.

Dari segi pengelolaan keuangan Kab.Pinrang telah memiliki aplikasi Sipakatau (wisata edukasi) boleh jadi menjadi percontohan di Provinsi Sulsel, maupun di kawasan Indonesia Timur, dimana proses pencairan one stop service, dimana sumber dana APBD dari SKPD mulai dari Proses SPMU menjadi SP2D dilakukan dengan sistem satu atap sampai ada pula perwakilan Bank Sulbar setempat, hal ini sama dengan proses pelayanan kepada satker saat pencairan APBN di KPPN Parepare yang dengan cepat, akurat, transparan dan tanpa biaya.

Kab.Pinrang terdapat beberapa obyek wisata antara lain : Pantai Lowita, Pantai Ammani, Pantai Wekkae, pantai ujung Tape, Air Terjun Kalijodoh, Taman Lasinrang, waterboom Pinrang, Air Terjun Karawa, Puncak Karomba (lokasi Suppirang-Lembang-Kab.Pinrang), Mesjid Raya Pinrang(lokasi Watang Sawitto Kota Pinrang),
Permandian Air Panas Sulili (lokasi Mamminasai ke arah jalan poros Pinrang-Enrekang).Di Pinrang Sulawesi Selatan memang lagi hits wisata alamnya ada pantai, air terjun bahkan air panas, ada juga kolam permandian dan wisata anak dengan water boom Pinrang, juga ada wisata candi dan bendungan, berarti Pinrang memang sangat kaya akan wisata alam yang masih tersembunyi, ini menjadi pekerjaan rumah Dinas Parawisata setempat, dan Bupati dan Wapub terpilih periode 2019-2024.

Selanjutnya suatu ketika diharapkan agar turis domestik maupun manca negara dapat berinteraksi dengan penduduk lokal, penranjing UMKM yang telah mendapat kujuran dana dari KUR-BRI dan Dana Desa, ada UMKM telah mengembangkan kue tradisional misalnya “ bolu cukke”, ada pula usaha abon dan bakso dari ikan bandeng dengan bahan baku produk petani lokal. Dalam pengembangan wisata Alam Kabupaten Pinrang. Pemeritah harus memperkenalkan obyek-obyek wisata alam yang ada di Pinrang, antara lain obyek wisata air terjun kalijodoh yang terkenal akan keindahan yang sangat digemari oleh masyarakat sekitar Pinrang, karena memiliki panorama keindahan alam yang masih alami, dan juga memiliki empat sumber air yang berada pada kawasan yang luasnya sekitar 2 Ha.

Lokasi wisata Air Terjun Kalijodoh ini di wilayah Dusun Paweleang, Kelurahan Benteng Kec.Lembang sekitar 56 km dari pusat kota Pinrang dapat ditemput perjalanan darat sekitar satu jam saja dan sekitar 3 km dari PLTU Bakaru. Ada mitos bahwa jika ada wisatawan yang berkunjung kesana dapat menemukan jodohnya, maka dari itulah di sebut air terjun kalijodoh. Wisata Alam lainnya adalah Wisata Permandian Air Panas Sulili di Kelurahan Mamminasae, Pinrang, jarak tempuh sekitar 12 km dari pusat kota Pinrang mengarah ke jalan poros Pinrang-Enrekang, Pinrang–Sidrap sangat strategis dari dan menuju kabupaten tetangganya. Wisatawan dapat berendam di sana untuk terapi kesehatan karena mengandung belerang yang dapat menyembuhan berbagai penyakit kulit termasuk gatal-gatal.

Ada lagi wisata air panas lainnya yakni permandian alam air panas Lemosusu, yang letaknya dekat PLTU Bakaru sekitar 15 km dari Pinrang, Permandian Alam Air Panas Lemosusu ini juga memiliki panorama alam yang indah dan mengandung belerang dengan udara yang sejuk bunga-bunga bertebaran. Disamping itu di sekitar lokasi dapat melihat gunung yang nampak menyatu dengan gulungan awan putih dan birunya langit. Selama ini ada obyek wisata alam Lolay di Kab. Toraja Utara, yang terkenal dengan istilah negeri di atas awan, di Kab. Pinrang juga ada obyek wisata puncak karomba desa Sali-Sali kec.Lembang kab.Pinrang dengan ketinggian 1200 mdpl (meter dari permukaan laut) hamparan sekitar 80 km meliputi puncak karomba terlihat gumpalan awan yang sambung menyambung , juga terdapat fasilitas jembatan gantung yang kerap diselimuti gumpalan awan, perasaan kita seolah terbang mengarungi angkasa, maka dari itu disebut juga negeri diatas awan seperti halnya di ” Lolay “ Kabupaten Toraja Utara.

Pada hari selasa, tanggal 23 Januari 2018 APBD tahun 2018 Kab. Pinrang telah disahkan dengan melalui proses yang panjang pada saat rapat paripurna DPRD Kab.Pinrang yang dihadiri langsung oleh ketua DPRD H. Bahran Jafar dan Bupati Aslam Patonangi dan wabup Darwis Bastam nilai APBD sebesar Rp 1,2 Trilyun lebih. Pada kesempatan itu DPRD menyarankan kepada Perintah Kab.Pinrang antara lain : Harus ada laporan realisasi penggunaan anggaran dan dikelola secara profesional dengan melihat kegiatan prioritas dan mempunyai azas manfaat, selanjutnya untuk aparatur sipil negara (ASN) diharapkan pada saat realisasi TPP (tunjangan perbaikan penghasilan) dibayarkan sesuai dengan kinerja pegawai dan OPD dengan menyiapkan infrastuktur absensi sidik jari disertai pengawasan absensi ASN empat kali sehari sebagai indikator TPP.

Beberapa program dan kegiatan yang masuk APBD tahun 2018 ini antaranya Pilkada serentak, Porda Sulsel, dan pembangunan pusat layanan informasi yang didukung TV layar lebar dan CCTV. Peran KPPN dalam penyaluran APBN untuk Kabupaten Pinrang. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disalurkan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Parepare kepada satker Instansi Vertikal Kementerian Lembaga (K/L). KPPN Parepare mempunyai wilayah kerja mulai dari Kab.Barru, Kota Parepare, Kab. Pinrang, Kab. Sidereng Rappang dan Kab. Enrekang (wilayah Ajatappareng). KPPN selaku perpanjangan Menteri Keuangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) dengan menyalurkan dana APBN instansi vertikal kementerian/lembaga yang mempunyai dokumen pelaksanaan anggaran yang disebut DIPA.

Peran KPPN Parepare sangat strategis dalam pengelolaan dana APBN baik dari sisi Penerimaan Negara maupun dari sisi Belanja Negara. KPPN Parepare dapat membantu Pemda Kab.Pinrang dalam pelaksanaan kegiatan program swasembada pangan (padi), program parawisata, program peningkatan saluran irigasi yang terhubung dengan kabupaten tetangga seperti Kab. Sidrap, program peningkatan jalan tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, sampai tingkat desa, dimana di kabupaten ini terdapat 69 Desa yang semuanya mendapat dana desa dari APBN dengan penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa.

Sejak TA 2017 telah pula menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Dana Desa untuk wilayah ajatappareng, kecuali Kota Parepare hanya mendapatkan alokasi DAK Fisik tidak mendapatkan alokasi Dana Desa. Total pagu DAK Fisik dan Dana Desa termasuk ABPN-P TA 2017 yang disalurkan di wilayah ajatapperang oleh KPPN Parepare sebesar Rp. 1.140.554.344.000,- realisasi s.d. Desember 2017 sebesar Rp. 1.076.679.804.519 sisa cukup besar Rp. 63.874.539.481,-. (hal ini disebabkan terlambatnya beberapa kontrak pekerjaan untuk alokasi DAK Fisik). Bagaimana jika ada pemda yang terlambat melakukan kontrak kegiatan DAK Fisik dan belum dialokasikan, solusinya bahwa kegiatan atas kontrak tertentu tersebut menjadi beban pemda itu sendiri ( masuk APBD).

Sedang pada TA 2018 berdasarkan DIPA No.SP-DIPA-999.05.6.403647/2018 ini total DAK Fisik dan Dana Desa untuk wilayah ajatappareng (5 kabupaten/kota) Rp. 881.767.165.000,- (pagu DAK Fisik sebesar R
p.629.437.094.000,- + Pagu Dana Desa Rp. 252.330.071.000). Pada semester 1 TA 2018 realisasi s.d.30 Juni 2018 dari pagu DAK Fisik 629.437.094.000 realisasi Rp.129.961.108.000,- (20,65%), untuk Dana Desa dengan pagu Rp. 252.330.071.000 realisasi s.d. 30 Juni 2018 sebesar Rp.151.398.042.600,-(60,00). Untuk Kab.Pinrang telah tersalurkan tahap 3 (posisis 30 November 2018) DAK Fisik sebesar Rp 33.124.962.000,- dan Dana Desa untuk 69 desa sebesar Rp.22.828.170.000 (100 %).  Semoga pada masa yang akan datang Kabupaten Pinrang semakin maju dan menjadi salah satu daerah lumbung padi Nasional dengan produksi padi yang maksimal sama dengan capaian kab. Sidrap, semoga dapat diterapkan konsep “kota beras terpadu wisata alam” yang didukung dengan garis pantai 93 km, sukses selalu untuk Kabupaten Pinrang.(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!