Sepertiga Malam, Perjuangan Mencapai Sukses

by

Dua puluh satu orang pelajar Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 2 Parepare menyapa dan berkata tanpa lisan. Kreativitas lahir untuk menyentuh, siapa saja. Mengungkapkanya lewat tulisan. Cerita pendek. Salah seorang di antara penulis yang ingin menyapa itu adalah Vivi Aulia Rosa, siswi kelas IX SMPN 2 Parepare.

Laporan: Hasruddin

Ia membangkitkan inspirasi, tentang seorang remaja dari keluarga mapan yang harus berjuang mencapai sukses setelah terpuruk.  “Cerita tentang remaja yang lahir di keluarga yang berbasis kecukupan dan tidak lama kemudian orang tuanya bangkrut dan jatuh miskin. Di sini diceritakan bagaimana perjuangan sang pemuda untuk mencapai kembali kesuksesan,” ungkapnya. Pesan Vivi, dengan karyanya lewat tulisan, dapat bermanfaat dan menjadi motivasi agar terus berusaha. Motivasi yang bisa membangkitkan semangat.

Penulis Cerpen lainnya, Khofifah Resky Sihab, pelajar kelas IX 1 mengungkapkan, awal termotivasi untuk membuat karya tulisan, karena dirinya suka membaca dan menulis. Bimbingan dan dorongan guru di SMPN 2 Parepare, membuatnya makin mulus merealisasikan apa yang menjadi kesukaannya. Dua pelajar ini, Vivi dan Khofifah, adalah dua siswi yang menulis karya antologi atau kumpulan karya tulis Cerpen, berjudul, Sepertiga Malam. Karya ditulis peserta didik SMPN 2 Parepare selama enam bulan.

Guru pembimbing, Hasbiana, Rabu kemarin mengatakan, ada 21 Cerpen dalam antologi, ditulis kelas IX. Bercerita tentang banyak hal, terutama motivasi diri untuk terus berusaha tabah dan berjuang menghadapi cobaan.
“Sebagai pembimbing, saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menulis apa yang ia suka. Setelah itu, kami memberikan dukungan untuk membuat antologi Cerpen,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebagai pembimbing, dirinya hanya memotivasi peserta didik, apalagi di sekolah ada mata pelajaran tes cerpen, di situlah dirancang sebuah karya. “Antologi dari beberapa siswa, menjadi bukti kami produktif dalam berkarya. Adanya antologi ini menjadikan SMPN 2 Rujukan telah mengaplikasikan gerakan literasi,” tandasnya.

Sementara Kepala SMPN 2 Parepare, Hj Sri Enyludfiah MPd, mengungkapkan, ada ratusan karya, lalu dipilih 40 lebih, dan dinyatakan ada 21 Cerpen yang bagus, dan layak dibukukan. “Saya beryukur, bangga kepada anak-anak bisa menulis seperti itu. Ini tanda mereka cerdas. Punya talenta yang sangat berguna di masa depan,” ungkapnya.
Talenta masa depan itu, dicontohkan Sri Enyludfiah.

Guru-guru ada yang tidak naik pangkat dari IV A ke IV B karena keterbatasan dalam menulis karya. “Tapi anak didik kita, masih SMP sudah memperlihatkan potensinya. Luar biasa. Saya juga bangga kepada pembimbingnya,” katanya. Menurutnya, ini adalah moment awal, sebab berikutnya masih akan diterbitkan lagi kumpulan puisi.
Ya, Kasek dan guru pembimbing di SMPN 2 Parepare memang patut bangga dengan karya tersebut. Karya yang datang menyapa, dan memberi motivasi. Dari mereka, para siswa yang mempunyai potensi menginspirasi. Inspirasi untuk dirinya dan orang lain. Teruslah berkarya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *