Tak Ada Kejelasan, Tumpahan Minyak jadi Spekulasi di Parepare – Pare Pos
Metro Pare

Tak Ada Kejelasan, Tumpahan Minyak jadi Spekulasi di Parepare

Masyarakat Cempae, Kecamatan Soreang saat insiden tumpahan minyak memenuhi bibir pantai

 

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Jelang dua pekan insiden tumpahan minyak di perairan Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, belum menemukan titik terang. Dampaknya, berbagai spekulasi mulai bermunculan dengan berbagai sudut pandang yang berbeda menilai insiden tersebut. Bukan hanya itu, dua hasil uji laboratorium dari sampel tumpahan solar pun berbeda. Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLH) Parepare menyebut terjadi pencemaran karena baku mutu di atas ambang batas sesuai yang diatur Pergub Sulsel, 5 miligram (Mg) per liter.

Sementara hasil uji laboratorium PT Sucifindo menyebutkan di bawah ambang batas. Selain itu, pernyataan berbeda dikeluarkan lembaga yang terkait dengan kondisi perairan dan pelayaran. Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dahlan Museng Gappa Parepare menyebutkan, jika mengacu pada dokumen laporan tumpahan minyak di perairan Cempae, diduga berasal dari motor tanker (MT) Golden Pearl XIV karena kerusakan mesin pendingin.

“Sesuai berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukan KSOP Parepare, tumpah adalah minyak pelumas dari generator atau mesin pendingin kapal tanker. Dalam Test Repost nomor 0061/2019 , berdasarkan beberapa uji sampel dari tumpahan minyak, hasilnya sangat jauh berbeda dengan specificasi solar,”jelasnya.

Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP, Germas menambahkan, hasil pemeriksan Kholid Mawardi, Nakhoda Kapal MT Golden Pearl XIV pada sidang penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) KSOP Parepare, menyebutkan, tumpahan minyak berasal BBM dari salah satu dari tiga generator LO Cooler A/E kapal milik PT Soechi Lines Tbk itu. “Satu Generator berkapasitas 600 liter,” katanya.

Generator LO Cooler A/E di kapal itu menggunakan BBM jenis marine diesel oil (MDO). “Namun bukan kapasitas saya untuk menjawab jenis BBM yang tumpah di laut, karena ada pihak yang lebih berwenang,” katanya. Menanggapi hal tersebut, Unit Manager Comunication and CSR MOR VII, Roby Hervindo, bersikukuh jika BBM yang tumpah di Perairan Parepare tersebut adalah solar. “Itu solar, tapi bukan solar yang ada di SPBU. Beda spesifikasi dengan yang di SPBU, tapi masih termasuk golongan solar,” terangnya.

Meski begitu , Roby masih enggan menyebut spesifikasi dari jenis solar yang dimaksud. “Untuk spesifikasi, kami masih menunggu laporan lengkap hasil laboratorium dari Gakkum KLHK. Karena kaitannya dengan lingkungan, KLHK yang memiliki wewenang. Jadi KLHK yang kami jadikan panduan,” tandasnya.(tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!