Tak Dapat lagi Adipura, Begini Komentar Kadis LH dan Wabup

by

PAREPOS.CO.ID, ENREKANG – Sudah tiga tahun, sejak tahun 2015, Pemkab Enrekang gagal memboyong penghargaan bergengsi di bidang kebersihan, Piala Adipura. Di Sulsel, tahun ini, ada 13 peraih piala adipuran dan satu sertifikat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Enrekang, Mursalim Bagenda, membenarkan kegagalan Enrekang mendapat Adipura. Ia mengaku menyesalkan gagalnya Enrekang untuk ketiga kalinya meraih Adipura.

“Tahun ini kita belum dapat, tidak tahu seperti apa Verifikasi penilaiannya. Karena tim P2 dari provinsi, penilaiannya sudah bagus, mulai tempat sampah, fasilitas umum dan kebersihan pasar,” katanya, Jumat tadi.

Bahkan, katanya, Enrekang mempunyai nilai tinggi dari empat daerah di Ajatappareng yang meraih Adipura. “Tapi pas turun tim verifikasi dari pusat, Enrekang tidak keluar sebagai peraih adipura,” beber Mursalim.

Terpisah, Wakil Bupati Enrekang (Wabup) Asman menuturkan, kegagalan Enrekang meraih Adipura wajar. Alasannya, kebersihan dan penataan kota Enrekang sebagai indikator utama dalam penilaian masih belum tertata bagus.

“Ini juga sebagai kritikan buat kita bahwa orang-orang lewat di Enrekang tidak tahu membedakan mana kota kabupaten mana kota kecamatan. Ini karena penataan kota belum tertata dan masih banyak fasilitas belum memadai, sehingga ciri kota Enrekang tidak tampak,” kata Asman.

Ke depan, lanjut Asman, Lapangan Batili akan disulap menjadi sebuah alun-alun kota sebagai ikon kota Enrekang, pusat tempat berkumpul, tempat bersantai atau berolahraga. “Namun mesti ada fasilitas yang memadai dan menarik orang untuk datang ke Batili,” jelas Asman. (her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *