100 Hari Kerja di Polman, AIM-BeNar Program Nginap di Desa

by

 

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Sebagai langkah awal di periode kedua pasangan Andi Ibrahim Masdar bersama Natsir Rahmat (AIM-BeNar) memimpin Kabupaten Polewali Mandar (Polman), memulai dengan program 100 hari kerja. Program ‘Nginap di Desa’ yang merupakan sebuah program inovasi yang dikemas dalam bentuk layanan langsung ke masyarakat dengan pendekatan kekeluargaan dan penuh dengan keakraban.Hal ini menggambarkan, tugas pemerintah adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dari berbagai sektor yang terintegrasi.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar menegaskan, kunjungan kerja ini adalah murni untuk mendekatkan layanan pada masyarakat. “Buktinya seluruh Kepala SKPD saya ikutkan, tujuannya agar dapat memberikan layanan langsung kepada masyarakat dan berdialog bersama warga setempat seputar potensi apa yang perlu dikembangkan di Bulo,”ujarnya.

Bupati dua periode itu menambahkan, pada program ini ada dua kelompok dimana kelompok pertama, memberikan layanan kepada masyarakat, seperti layanan kesehatan gratis, pemberian BPJS, layanan KTP, layanan donor darah, layanan KB, pemberian bibit ikan tawar dan beberapa layanan lainnya termasuk penyuluhan pertanian. Kemudian, kelompok kedua melakukan wisata jalan kaki menelusuri Kebun Raya Bulo. “Wisata ini dengan berjalan kaki sekitar 2-3 jam, dan dilanjutkan makan siang dan dialog bersama masyarakat,”tutupnya.

Kebun Raya Pertama di Sulselbar

Kabag Humas Pemkab Polman, Aco Musaddad mengatakan, program Bupatiku Nginap di Desa dimulai dari Desa Bulo, Kecamatan Bulo. Mengapa dimulai dari Bulo,kata Aco, ada beberapa alasan desa ini menjadi pilihan pertama untuk program tersebut.Hadirnya Kebun Raya Bulo yang sedang dikembangkan beberapa tahun terakhir oleh Pemerintah Kabupaten Polman bekerja sama dengan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Kebun Raya Bulo dengan luas lahan sekitar 100 hektare, didominasi buah durian, rambutan dan langsat.

Bukan hanya itu, aksesbilitas perbaikan infrastruktur pun telah digenjot baik dari Polewali menuju Bulo maupun di area Kebun Raya Bulo. Promosi Kebun Raya Bulo sebagai destinasi wisata unggulan di Sulbar juga menjadi salah satu alasan di pilihanya Desa Bulo. “Dalam waktu dekat, pak bupati juga akan segera membuat master plan tentang Kebun Raya Bulo integratif,”kata Aco, Minggu 3 Februari 2019.

Kebun Raya Bulo ini juga akan menjadi kebun raya pertama di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), olehnya itu perlu didesain dengan baik. Kini kebun tersebut telah ditanami buah durian, langsat dan rambutan dan kedepannya semua jenis buah harus tersedia. Tujuannya untuk bisa dikatakan sebagai Kebun Raya. Potensi yang ada ini nanti kita akan kembangkan menjadi pusat tanaman buah-buahan yang dikembangkan langsung oleh masyarakat. Dan dapat meningkat kesejahteraan masyarakat.

Program Nginap di Desa akan dimulai dari tanggal 1-3 Februari 2019 atau dimulai dihari Jumat hingga Ahad. “Ini dipilih pada hari libur supaya tidak mengganggu program pelayanan lainnya.
Dengan memboyong seluruh kepala SKPD bersama istri untuk menginap di Bulo dan sekaligus memberikan layanan kepada masyarakat,”timpalnya.

Lapangan Sepak Bola Bulo menjadi pusat kegiatan, dengan mendirikan tenda-tenda para kepala SKPD menginap di tenda dan di rumah-rumah masyarakat. Sedangkan bupati dan wakil bupati menginap di kantor kecamatan dengan fasilitas seadanya.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *