Alami Lumpuh, Janda Ini Hidup dengan Keterbatasan

by

 

PAREPOS.CO.ID. MAROS – Sudah setahun lebih warga Lingkungan Soreang, Kelurahan Soreang Kecamatan Lau, Putri (40) hidup dalam keterbatasan. Janda ini hidup bertiga dengana adiknya Ima (31) yang juga cacat bawaan dan anaknya Mawar Asnita, yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).

Putri mengaku awalnya kondisinya baik-baik saja. Bahkan setelah bercerai dengan suaminya. dirinya menjadi tulang punggung untuk anak, adik dan ayahnya. ” Dulu waktu masih sehat biasa ke sawah potong padi jadi bisa bantu-bantu cari rezeki,” ujarnya.

Namun tujuh tahun setelah sang ayah meninggal, 2013 lalu ia tiba-tiba sakit dan tidak bisa berjalan.”Saya dipapah ke rumah sakit Salewangang. Disana saya dirawat seminggu. Katanya saya kena stroke ringan, waktu itu tekanan darahku sampai 180,” ungkapnya.

Setelah seminggu dirawat dengan bermodalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tekanan darahnya pun mulai normal dan disarankan dirawat di rumah. Waktu keluar dari rumah sakit kondisi kesehatan ku baik-baik saja. “Sudah bisa jalan, tapi setengah bulan kemudian karena jatuh, saya sudah tidak bisa jalan,”jelasnya.

Dia mengaku sangat ingin berobat namun kesulitan untuk biaya dan yang membawa ke rumah sakit. Dulu waktu sakit masih bisa dipapah, dan ada adik ipar yang jaga. Kalau sekarang susah, karena saya sudah tidak bisa menggerakkan kaki. Biaya juga pasti mahal. Makanya tinggal saja di rumah.

Putri mengatakan, saat dirawat di RS Salewangang dirinya menggunakan KIS. Dia juga membeli obat di luar tanggungan KIS.  “Waktu dirawat saja saya beli obat diluar KIS itu sampai Rp300 ribu,”timpalnya. Guna bisa bertahan hidup, kini Putri hanya mengandalkan kakak dan adik laki-laki nya yang tengah merantau di Kalimantan. ” Biasa kalau ada rezeki lebih, dikirimi lagi sama saudara. Untuk kebutuhan sehari-hari kadang tetangga yang kasi. Biasa juga tiap hari minggu ipar yang ke pasar belikan sayur dan lauk untuk dipakai seminggu. Itumi yang diirit-irit,”jelasnya.

Menyoal bantuan, Putri yang tinggal di rumah peninggalan orang tuanya itu mengaku pernah mendapat bantuan bedah rumah 2013 lalu dan belum lama ini mendapat bantuan sosial BPNT. Baru dua bulan ini dapat bantuan beras dan telur. Selama ini tidak pernah dapat, karena biar ada KIS harus tetap dilapor supaya dapat bantuan. Sementara, dengan kondisi tidak bisa jalan makanya tidak pernah dapat. “Tapi baru-baru dapat karena ada yang bantu lapor di kelurahan.

Tak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, biasanya ketika mendapat uang dia menyimpan uang itu untuk kebutuhan anaknya yang masih bersekolah di bangku SD,”ungkapnya. Sementara Lurah Soreang, Andi Arham Rizkiawan mengatakan, setelah mendapat informasi pihaknya langsung turun melakukan pengecekan bersama Kepala Puskesmas Lau, dr Syamsinar

Kita sudah turun cek ternyata semuanya lengkap. Dia punya KIS juga dapat bantuan sosial BPNT. Dia juga mengatakan pihak puskesmas telah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dan hasilnya tensi warganya itu 190/120. “Sudah dikasi obat dan tiga hari kedepan akan dicek lagi kondisinya,” katanya.

Pihaknya juga telah menawarkan yang bersangkutan untuk dirawat di rumah sakit. Hanya saja dia tak ada yang bisa menjaga.”Katanya tidak ada yang jaga di rumah sakit. Makanya kita carikan solusi siapa yang bisa jaga, Pak RT atau pak RW yang mau antar,” ujarnya. (ila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *