Bocah Miskin Tanpa Anus Butuh Uluran Tangan Dermawan di Parepare

by

 

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Sitti Atiqa Zahra (6) anak pertama dari pasangan Sudirman dan Resita Ayu sejak lahir mengalami kondisi cacat pada lubang tinja atau disebut juga anus imperforata. Karena itu, Atiqa tidak memiliki lubang tinja (anus). Kondisi tersebut memaksa orang tua anak malang itu melakukan upaya medis dengan cara bedah/operasi pembuatan lubang tinja di Rumah Sakit Sumantri, Kota Parepare.

Menurut ayah Atiqa, Sudirman saat dihubungi, Selasa, 18 Februari mengatakan, biaya operasi dan pengobatan anaknya itu dijamin melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Walhasil, beberapa bulan pasca operasi, kotoran tinja berhasil keluar melalui perut. Namun Atiqa tetap harus mendapat perawatan medis, seperti operasi penyambungan usus ke lubang anus untuk membuat sistem saluran pembuangan kotoran kembali normal.

Tidak hanya itu, setelah operasi, Atiqa juga harus dibantu dengan obat saat hendak buang kotoran. Obat itu dibeli Rp150.000 untuk sekali pakai. “Setiap mau BAB, kami bantu dengan obat itu,” katanya tanpa menyebut merek. Namun saat menginjak usia 6 tahun hingga sekarang, obat tersebut dirasakan sudah tidak mempan lagi. Oleh dr Atiqa disarankan agar melanjutkan pengobatan di rumah sakit di Makassar.

Namun, keluarga miskin ini mengeluhkan tingginya biaya yang harus dikeluarkan. Ayah bocah, Sudirman mengatakan, dirinya hanya bekerja sebagai tukang ojek dan loper koran. “Tidak bisa kah pak, pekerjaan saya cuma tukang ojek dan loper koran, biayanya dari mana,” katanya.

Keluarga yang tinggal di Jalan HM Arsyad Soreang, Kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang mengaku biaya hidupnya hanya bertumpu dari bantuan para dermawan atau keluarga. Gaji sebesar Rp1.500.000 setiap bulan dari hasil loper koran dirasakan terlalu sedikit untuk menutupi kebutuhan hidupnya. Apalagi saat ini keluarganya masih tinggal dirumah kos yang disewa ditambah cicilan motor yang dipakainya untuk mengantar koran yang juga harus dibayar setiap bulannya.

Sudirman mengatakan, oleh dokter anaknya disarankan segera berobat ke Makassar. Sebab rumah sakit di Parepare, kata dia, sudah tidak sanggup menangani penyakit yang diderita anak tersebut. Namun ia tidak punya biaya untuk pengobatan lanjutan. “Sekarang anak saya hampir satu minggu ini tidak BAB, perut sudah membesar dan sudah 2 hari 2 malam tidak tidur,” tandasnya.

Sudirman hanya berharap, ada bantuan serta uluran tangan dari para dermawan. Agar penyakit Atiqa bisa segera ditangani rumah sakit kembali. Sudirman sendiri bersama istri sebelumnya juga pernah terlibat kecelakaan motor yang mengakibatkan kaki kanan istrinya tak lagi normal seperti sedia kala. Termasuk dirinya sendiri yang mengalami cedara tulang lengan atas.(wal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *