Cegah DBD di Parepare, Pemkot Gelorakan Tanam Sereh dan Lavender

by

 

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Pemerintah Kota Parepare tidak tinggal diam menyikapi kasus demam berdarah Dengue (DBD). Saat ini, pemerintah fokus penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan fogging mencegah berkembangnya nyamuk aedes aegypti.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan H Iwan Asaad saat bersama Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe, melakukan penyuluhan dan fogging di wilayah Lauleng Kecamatan Soreang. Iwan Asaad mengatakan, pencegahan DBD bisa dilakukan dengan mengelorakan penanaman sereh dan lavender. “Tanaman serah dan lavender ini berguna untuk menangkal perkembangbiakan aedes aegypti,” katanya.

Sekda Kota Parepare itu, mengaku, gerakan tanam sereh dan lavender ini akan dikerjasamakan dengan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP), terkait penyediaan bibit. “Kita akan duduk bersama Dinas PKP untuk membicarakan mulai melakukan pembibitan tanaman sereh dan lavender, kemudian dibagikan ke masyarakat. Ini upaya membasmi nyamuk dan mencegah penyebaran penyakit DBD,” katanya.

Menurut dia, langkah ini sebagai awal pemberantasan sarang nyamuk secara terpadu. Pemkot Parepare, kata dia, menargetkan tahun 2020, metode pemberantasan nyamuk menggunakan fogging tidak lagi digunakan. “Saya yakin, tiba saatnya nanti kedua tanaman ini akan dicari, Parepare akan menjadi kota yang terbebas dari DBD, itu harapan kami,” katanya.

Selain itu, kata dia, cara yang paling efektif untuk mengendalikan demam berdarah adalah dengan pemutusan mata rantai pengembangbiakannya, yakni, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3 M plus (Menutup Penampungan Air, Menguras Bak Air dan Mendaur Ulang Bahan Bekas) yang berpotensi menjadi sarang pembiakan nyamuk). “Fogging adalah langkah terakhir dalam pengendalian demam berdarah, sebelumnya dilakukan tahapan yang namanya penyelidikan epidemiologi apakah layak untuk dilakukan fogging atau tidak, karena Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja,” jelasnya.(anj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *