Dinkes Tetapkan KLB DBD di Enrekang – Pare Pos
Ajatappareng

Dinkes Tetapkan KLB DBD di Enrekang

 

PAREPOS.CO.ID,ENREKANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Enrekang tetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Deman Berdarah (DBD) di Desa Lemo, Kecamatan Baraka. Penetapan KLB, dilakukan setelah ada korban meninggal dunia karna DBD.

Pasien meninggal dunia atas nama Muh Rifky, bocah usia 6 tahun Putra dari Rudi Hartono, warga Desa Lemo Kecamatan Baraka. Sebelumnya Rifky sempat tangani di Puskesmas Baraka sebelum dirujuk ke RSUD Massenrempulu, namun nyawanya tidak tertolong.

Tante korban, Rasmiati mengaku kepada Parepos.co.id sebelumnya Rifky mengalami demam tinggi sehingga dilarikan ke Puskesmas Baraka. Namun dia mengaku tidak mendapat pelayanan maksimal. Malah di sempat terkatung-terkatung saat kondisi Rifky semakin memburuk.sehingga terpaksa dirujuk ke rumah salah satu dokter yanv bertugas di Puskesmas tersebut untuk meminta pertolongan.

“Sekitar pukul 01.00 dini hari, Rifky dilarikan ke puskesmas sampai di puskesmas beberapa kali di infus, karena kondisinya semakin memburuk jadi kami datang kerumahnya dokter yang tak jauh dari puskesmas. Namun kami diminta kembali, entah apa alasannya dan disuruh datang besok pagi,”jelasnya.

Keesokannya, keluarga Rifky kembali ke puskesmas namun disarankan dirujuk ke RSUD Massenrempulu sekitar jam 9 Wita. Tapi sayang hanya beberapa jam di ruang ICU sekitar jam 16.00 Wita, ponakan kami meninggal. Sementara Daffa adik Rifky  masih dirawat di RSUD Massenrempulu.

Kepala Puskesmas Baraka, drg Ida Desti Saptari membantah bila pihak puskesmas tidak melayani pasien DBD. justru korban yang meminta untuk kembali ke rumah karena adiknya juga terjangkit DBD.

“Jadi kami bukan menyuruh pulang. Tetapi mereka sendiri yang minta,alasanya adik Pasien juga lagi sakit tidak ada yang jaga”kilahnya.(her)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!