Kelangkaan Gas Elpiji, Pertamina: Disalahgunakan – Pare Pos
Ekonomi

Kelangkaan Gas Elpiji, Pertamina: Disalahgunakan

Tabung kosong

 

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (Kg) bukan hal yang pertama kalinya terjadi. Sudah tiga hari terakhir masyarakat di sejumlah daerah mengeluhkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi tersebut. Situasi ini tentunya menyulitkan masyarakat. Tak hanya menghambat aktivitas masyarakat, kelangkaan ini juga membuat harga isi ulang gas menjadi lebih mahal dari biasanya.

Menyikapi kelangkaan itu, dari hasil temuan pihak Pertamina dilapangan terungkap adanya peningkatan konsumsi karena disalagunakan peruntukannya. Jatah untuk tiap daerah di Sulsel tetap normal seperti biasa, namun karena adanya penyalahgunaan peruntukan, sehingga elpiji 3 kilogram menjadi langka atau susah diperoleh.

Sr Supervisor CSR & SMEPP Marketing Operation Region VII Sulawesi, Ahad R, yang dihubungi, Selasa, 12 Februari, membenarkan kelangkaan tersebut. Menurutnya, informasi dari tim di lapangan, terjadi peningkatan konsumsi karena adanya penyalahgunaan. Disebutkan, di Sidrap, Pinrang dan Wajo, petani menggunakan elpiji 3 Kg untuk pompa air. Sehingga peningkatannya berimbas ke lokasi lain, seperti Barru, Parepare dan Enrekang.

Di Kabupaten Wajo misalnya, kelangkaan elpiji 3 Kg sama dengan tahun sebelumnya, diduga disebabkan adanya pemakaian pada sektor pertanian. Hal itu diungkapkan, Ketua Komisi II DPRD Wajo, Asry Jaya A Latief yang menduga kuat dugaan ada agen atau pangkalan yang bermain seperti menjual di luar Wajo. “Pemerintah dan penegak hukum diharapkan turun tangan untuk melakukan operasi guna mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilogram ini,” harapnya.

Senada diungkapkan, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Wajo, Andi Gusti Makkarodda yang menilai, Pemda lamban dalam merespons penanganan kelangkaan elpiji 3 Kg tersebut. “Sudah berulang-ulang itu, karena Pemda tidak melakukan kebijakan sesuai yang disarankan dewan. Tugas Pemda memastikan supaya penggunaannya sesuai dengan peruntukan,” tegasnya.

Wajo kebagian jatah 3,7 hingga 3,9 juta tabung per tahun. Mestinya distribusi tertutup. Coba dibagi data rumah tangga miskin dan UMKM. Andi Gusti menambahkan, akan tidak menjadi tidak logis jika elpiji 3 Kg mengalami kelangkaan. Terkait kelangkaan itu, telah dikomunikasikan untuk dilakukan pemantauan penyaluran yang dilakukan distributor dan agen-agen Pertamina.(ile)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!