Mantap, Iptu Imran Personil Polres Pangkep Bergabung di Peacekeeper Unamid

by

 

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Dari 322 personel kepolisian untuk misi kemanusiaan disejumlah negara Afrika yang resmi dilepas secara resmi oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Kamis 14 Februari, di Gedung mabes Polri, kemarin. Salah satu personel yang terlibat adalah anggota Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Iptu Imran bersama enam personil dari lingkup Polda Sulsel.

Dalam misi kemanusiaan internasional tersebut,¬†peacekeeper ini ditempatkan untuk misi perdamaian di Lebanon, Dafur, Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Sudan Selatan, Mali, dan Sahara Barat. Sedangkan, Perwira Pertama (Pama) Polres Pangkep tersebut, diketahui tergabung dalam Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 11 United Nation and African Union Mission in Darfur (UNAMID). “Iya saya ditugaskan di Elfazher Sudan Selatan. Mohon doa restu dari teman-teman semua, khususnya di Kabupaten Pangkep,”ungkap Iptu Imran, Jumat 15 Februari, melalui sambungan telepon.

Seperti diketahui dari 322 personel, 140 tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 1 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Selanjutnya sisanya berada dalam Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 11 United Nation and African UNAMID yang merupakan rotasi 140 personel sebelumnya dan tambahan baru. Sebelum diberangkatkan, FPU UNAMID menjalani pelatihan selama enam bulan di Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas, Bogor selama enam bulan.

Pelatihan yang dijalani para peacekeeper UNAMID meliputi pelatihan kemampuan taktikal seperti teknik dasar kepolisian, SWAT, core predeployment training, mengemudi kendaraan, dan specialized training material dari PBB serta command staff. Mereka juga dituntut mampu berbahasa Inggris dan Prancis, serta bela diri. Begitu pula dengan FPU MINUSCA yang dilatih selama 12 bulan di tempat yang sama. FPU MINUSCA mendapat pelatihan kesehatan, psikologi, informasi dan teknologi, bahasa asing Inggris dan Prancis serta mengemudi dan menembak.

Kapolri Tito Karnavian dalam pelepasan tersebut menuturkan, pengiriman personel untuk misi perdamaian merupakan suatu kebanggaan dan sekaligus peluang untuk menunjukkan eksistensi Polri di ranah internasional. Kapolri pun berpesan kepada personel agar menjalankan tugas dengan baik selama di lokasi penugasan karena membawa nama baik bangsa dan institusi. Ia juga mendoakan agar personel dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *