Media Kadang Terjebak Informasi Hoaks

by

 

PAREPOS. CO. ID, MAKASSAR – Peran media sangat menentukan dalam memberikan informasi ke publik. Sayang, sebagian media kadang terjebak informasi hoaks dalam mengangkat isu pemberitaan.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo, menegaskan, biasanya penyebar hoaks akan direspons media sosial, lalu ramai di media online, serta jadi pembahasan di media elektronik. “Karena jadi viral atau ramai, media cetak tertarik. Jadilah berita di sejumlah media, tanpa verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi, ” ungkap Yosep saat memberikan materi pada workshop peliputan pemilihan legislatid dan Pilpres,  di Four Points,  Makassar,  Jumat,  15 Februari.

Apalagi, media juga terkadang memberitakan hal-hal yang viral dengan mengangkat berita dari sumber yang menanggapi apa yang menjadi viral. “Disajikan berita yang sibuk menjawab viral untuk disuguhkan ke publik, padahal mestinya yang diwartakan adalah apa yang menjadi program, ” katanya.

Sumber hoaks, katanya, diciptakan oleh orang cerdas yang jahat, lalu disebarkan oleh orang baik tapi bodoh. “Makanya, media harus selektif, redaktur harus jeli dan memperjelas berita yang akan dimuat, ” harapnya.

Media, kata Yosep, harus memberikan ruang untuk masyarakat dalam menilai. Misalnya Caleg, pers mesti mengangkat apa yang menjadi latar belakangnya, sehingga akan menjadi referensi bagi mereka yang akan menentukan pilihan. “Biar tidak asal pilih tanpa tahu siapa figurnya, ” tandas Yosep. (lim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *