Pelayanan Disdukcapil Disoroti Warga Polman

by

 

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Kericuhan terjadi di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Polewali Mandar, Senin 18 Februari, kemarin. Adu mulut terjadi antara petugas dan warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan.

Said, salah satu warga yang berasal dari Kecamatan Campalagian, mengaku sangat kesal dengan pelayanan Disdukcapil Polman. “Saya dari tadi disini pak menunggu. Bayangkan pukul 09.00 wita pagi saya sudah disini, tapi sekarang jam 3 sore belum selesai. Sudah dua hari bolak balik,”kesalnya.

Sementara itu, Kepala seksi Pendataan Penduduk Sitti Aminah menjelaskan, warga yang marah-marah itu hendak mengurus Kartu Keluarga (KK), namun ia menggunakan data ganda. “Jadi begini Pak, dia itu mau mengurus KTP, tapi di KKnya, NIK yang dia gunakan dipakai oleh dua orang yang berbeda. Kami sudah jelaskan tapi dia marah-marah”jelas Tuti

Sejumlah warga lain yang hendak mengurus administrasi penduduk juga menyesalkan pelayanan di kantor Disdukcapil Polman Menurutnya, mereka harus menunggu berjam-jam hanya untuk menunggu tanda tangan kepala Dinas. “Kalau memang Kadisnya tidak bisa, kan bisa diwakilkan kepada sekretaris atau yang lain,”tutur warga kesal.

Warga juga menyoroti pelayanan seperti perekaman eKTP. Warga yang hendak mengurus KTP selalu saja kesulitan mendapatakan KTP dengan berbagai alasan, mulai dari blangko habis, jaringan error, tinta habis.Selalu ada alasannya kalau bukan blangko, pasti yang lain,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Polman, Nasir Adam membantah jika petugas Capil mempersulit pengurusan administrasi kependudukan. Mengenai blanko KTP, stoknya sudah ada, sementara untuk tinta pencetakan sudah datang dari Jakarta. “Ini yang masalah, karena pengadaan dan tintanya hanya di Jakarta. Dan kami harus langsung jemput ke pusat,”sambungnya.

Ia mengatakan, bahwa persoalan ini hanyalah kesalahpahaman karena warga tidak sabaran menunggu. “Memang tadi saya keluar. Cuma mereka tidak sabar menunggu,” Data Disdukcapil itu setiap hari ada sekitar 500 warga yang hendak mengurus administrasi kependudukan, mulai dari eKTP, KK, Akte kelahiran dan lainnya, kata Nasir.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *