Rutan Pangkep Terapkan Metode Pembinaan Kreasi ke Narapidana

by

 

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Setiap narapidana bukan hanya sekedar menjalani masa hukuman dan menebus kesalahan dari apa yang telah diperbuatnya dalam rumah tahanan (Rutan). Di Rutan Kelas IIb Mattampa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dengan fungsi lembaga pemasyarakatan (Lapas), menerapkan metode pembinaan kreasi bagi warga binaan. Tujuannya, kelak agar para warga binaan terbebas dari masa hukumannya, dan dapat diterima dan berguna ditengah-tengah masyarakat, dengan bekal yang diterimanya pada saat menjalani masa hukuman.

Kepala Rutan Kelas IIb Mattampa Pangkep, Ashari, punya cara tersendiri dalam membina para warga binaan. Ashari mengakui, seburuk-buruknya manusia yang berbuat salah dan ditetapkan jadi narapidana dapat pula kembali fitrah dengan polesan sentuhan qalbu, menggali dan mengasah potensi bakat positif yang dimiliki setiap para napi.

“Setiap orang memiliki potensi dan bakat positif. Ini yang kami terapkan kepada warga di rutan kelas IIb Mattampa Pangkep ini. Memetakan potensi dan bakat positif, setiap para napi dan diimplementasikan dengan wujud karya,”terang Ashari, saat ditemui, Selasa 12 Februari 2019.

Lebih jauh, kata Ashari, saat ini para napi dibina untuk produktif menghasilkan karya yang berpenghasilan. “Kerajinan tangan yang dihasilkan saat ini dan telah diperjual belikan di mini market yang ada di Pangkep. Seperti, keranjang, tudung saji, sapu dan banyak lagi kreasi kerajinan tangan yang dihasilkan dari bahan lidi,”ungkapnya.

Selain itu, dari segi keagamaan para napi pun diberi ruang untuk menjadi tahfidz Qur’an. Dan juga, tengah digarap sanggar seni jeruji (jejak ruang imajinasi).

Sementara itu, Alfian (48) salah seorang warga binaan kasus narkoba, mengungkapkan kesyukurannya telah diberi jalan hidayah dan dibina sedemikian rupa. “Saya sudah cukup lama jalani hukuman disini, awalnya saya tidak tahu sama sekali mengaji, disini saya dibina dan diajarkan tentang agama dan Alhamdulillah saat ini sudah dapat lancar mengaji hingga telah menghafal satu juz (Juz Amma). Dulunya saya pemakaian sabu, dengan bakat seni saya dirikan usaha elekton. Alhamdulillah, didalam rutan ini saya dapat hidayah untuk hijrah, selepas dari masa tahanan saya nantinya akan padukan seni dan dakwah,”ujar Alfian. (awi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *