Warga Tuntut Transparansi Dana BOS, Ini Kata Bupati Majene – Pare Pos
Pendidikan

Warga Tuntut Transparansi Dana BOS, Ini Kata Bupati Majene

Salah seorang kepala sekolah saat menyampaikan pemaparannya terkait pemanfaatan dana BOS

 

PAREPOS.CO.ID, MAJENE — Masyarakat meminta agar pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari pemerintah pusat ke tiap sekolah bisa lebih transparan dan terbuka.
Sebab, sasaran penggunaannya sering menimbulkan permasalahan di lapangan. “Kami masyarakat meminta agar pihak sekolah yang mengelola dana BOS, bisa lebih transparan dan jujur agar tidak menyimpan suatu kesan buruk yang dapat berujung pada proeses hukum,”ujar seorang warga Majene, Imran, menyikapi masih kerapnya persoalan anggaran tersebut disalah gunakan.

Pihak sekolah sebagai pengelola dana BOS, harus lebih terbuka kepada setiap warga terutama bagi orang tua siswa terkait dengan penggunaan dan pengelolaan dana BOS, termasuk dengan sumber dana lainnya yang berasal dari APBD Kabupaten Majene maupun dana dari APBN pusat. ” Ada 240 sekolah, mulai tingkatan SD dan SMP baik negeri maupun swasta menerima BOS di Kabupaten Majene,”katanya.

Senada diungkapkan pemerhati pendidikan di Kabupaten Majene, Muhammad Arham yang menyebut, dana BOS tidak bisa dianggap sepele karena nilainya cukup besar dan bervariasi. Ada sekolah menerima puluhan juta namun ada juga hingga ratusan juta, bahkan miliar rupiah. Itu tergantung jumlah siswa di setiap sekolah. “Jadi setiap Kepala Sekolah (Kasek) sebagai penanggungjawab penggunaan dana BOS, harus transparan dan jujur ke publik. Bukan hanya ke orang tua siswa, termasuk kepada sesama guru, siswa serta terhadap komite sekolah,”ungkapnya, Minggu 3 Februari 2019.

Terpisah, Bupati Kabupaten Majene, H Fahmi Massiara membenarkan terjadinya beberapa faktor permasalahan dalam pengelolaan dana BOS di sejumlah sekolah. Salah satunya, kata Fahmi, karena faktor Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap sekolah yang tidak mumpuni dan belum memperlihatkan kinerjanya secara profesional. “Seperti pengelolaan dana BOS, itu sangat kompleks karena hanya ada 14 item dalam penggunaannya. Jadi kalau sudah keluar dari item, berarti sudah menyimpan dan menyalahi aturan. Belum lagi dengan karakter di sekolah, ada Kasek yang kebal, ada yang lemah dan ada yang sedang-sedang pola pikirnya,”beber Fahmi.

Selain itu, ia juga mengingatkan para bendahara sekolah karena asa juga Kasek yang pegang uang, bukan bendaharanya. Sebaliknya juga kadang begitu, bendaharanya sibuk sendiri tanpa sepengetahuan Kaseknya. “Kedepannya tidak boleh lagi terjadi seperti itu, dan harus semuanya memiliki tanggungjawab dalam pengelolaan dana BOS agar bisa tepat sasaran dan berjalan mulus sesuai yang diharapkan,”ungkap Bupati Majene, dihadapan para kepala sekolah beberapa waktu lalu. (edy)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!