Waspada !!! Demam Berdarah Dengue Mengintai Warga – Pare Pos
Warkop

Waspada !!! Demam Berdarah Dengue Mengintai Warga

 

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Warga Kota Parepare dan sekitarnya diimbau menjaga pola hidup sehat. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah memakan korban, sesuai data dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel), ada 10 warga meninggal dunia. Warga yang meninggal dunia paling banyak berada di Kabupaten Pangkep sebanyak 5 orang, disusul Soppeng 2 orang, Makassar 1 orang, Maros 1 orang, dan Kabupaten Wajo 1 orang.

Di Kota Parepare, selama bulan Januari sudah 13 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan. Ke-13 pasien dirawat di puskesmas dan rumah sakit. Kepala Seksi Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Parepare, Sriyanti Ambar mengatakan, selama bulan Januari 2018, sudah ada 13 kasus DBB yang terjadi di Kota Parepare.

Dari 13 kasus positif, paling banyak ditemukan Kelurahan Lapadde 3 Kasus dan Kelurahan Bukit Harapan 3 kasus. Kedua kelurahan ini, padat penduduknya. “Kasus DBD biasanya mewabah di musim pancaroba. Pencegah DBD sebenarnya sangat mudah yakni lingkungan yang bersih, cukup dengan membasmi jentik nyamuk dengan 3M Plus, yakni menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan mendaur ulang sampah,” katanya.

Menurutnya, jika 3M betul-betul bisa diterapkan, maka dapat mencegah terjadinya DBD seperti menutup penampungan air sehingga jangan ada celah, menguras bak mandi minimal sekali seminggu. “Nyamuk aedes aegypti sangat cepat berkembang biak pada genangan air bersih. Nyamuk bertelur di bak mandi selama dua hari, kemudian berubah menjadi jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

Penanganan DBD perlu adanya tindakan non kimia dengan pemberantasan sarang nyamuk. Mulailah dari rumah sendiri, kemudian sosialisasikan kepada tetangga atau lihat tempat-tempat penampungan air yang ada di rumah tetangga, kerabat atau sanak saudara. Setiap warga, kata dia, harus mengetahui gejala-gejala penderita DBD. Diantaranya demam, sakit kepala, sakit mata, mual-mual sampai muntah, dan sakit tulang.

Selain itu, kata dia, gejala DBD seperti demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Pada tahap yang parah biasa dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever. Kondisi ini, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), dan kematian. Tapi, terhadap anak-anak, gejala DBD sulit dideteksi. Bila anak mengalami gejala tersebut, segera dibawa ke pusat pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis.

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk, virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk itu, hidup di wilayah tropis dan subtropis.

Kenali Gejala DBD

Pada musim hujan seperti saat ini, demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai. Banyaknya genangan air dan lembapnya kondisi udara menjadikan nyamuk mudah berkembang biak dan menyebarkan ancaman pada siapa pun di sekitarnya.

Demam berdarah merupakan penyakit yang berkembang dengan bantuan media perantara. Melalui nyamuk Aedes aegypti, virus ini menyebar dari satu orang ke orang lain. Umumnya nyamuk dewasa berdiam diri dan bersembunyi di balik tumpukan kain, barang, dan rimbun pepohonan untuk kemudian keluar mengisap darah manusia.

Ketika siap berkembang biak, nyamuk akan mencari genangan air untuk mengeluarkan jentik. Hati-hati, berbeda dengan nyamuk biasa, gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue dapat sangat berbahaya. Sayangnya, gejala yang dialami kerap samar dan dapat membuat seseorang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi demam berdarah. Padahal, berbagai komplikasi yang mengancam pada kemudian hari dapat sangat berbahaya.

Gejala yang dialami seseorang ketika terinfeksi demam berdarah dapat sangat umum, sehingga menyerupai jenis infeksi lainnya. Gejala penyakit tersebut meliputi, nyeri kepala, demam nyeri otot, tulang, dan persendian, mual muntah, nyeri di rongga mata, pembengkakan kelenjar getah bening, bercak merah pada tubuh.

Sebenarnya, asalkan kekebalan tubuh seseorang terjaga baik, penyakit yang disebabkan oleh virus ini dapat pulih dengan sendirinya. Akan tetapi, pada beberapa kasus, demam berdarah dapat berkembang mengancam nyawa. Trombosit yang turun secara drastis berpotensi menyebabkan perdarahan hebat dalam tubuh. Di samping itu, pembuluh darah dapat sangat rapuh dan darah mudah keluar dari pembuluh tersebut. Pada kondisi ini, tekanan darah dapat sangat menurun dan berisiko menyebabkan perdarahan hingga syok, bahkan mengancam nyawa.

Cara Efektif Cegah DBD

Cara efektif mencegah wabah penyak demam berdarah dengue (DBD) menular ke warga, dengan menerapkan pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara menguras, menutup, memanfaatkan kembali (3M) Plus.

Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air, lemari es dan lain-lain. Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.

Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah. Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan Iain-lain. Menggunakan anti nyamuk semprot maupun oles bila diperlukan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengimbau, masyarakat agar peduli dan berperan dalam mencegah penyebaran DBD dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan PSN minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah.

Fogging Bisa Buat Nyamuk DBD Kebal

Terkait keluhan masyarakat kenapa pas ada kasus, baru melakukan fogging atau pengasapan ini bukan solusi, sebab fogging dilakukan sesuai indikasi, karena resiko yang ditimbulkan besar, yakni menimbulkan penyakit yang baru. Bisa-bisa ketika sering difogging, peptisida yang digunakan akan membuat nyamuknya menjadi kebal.

Selama ini pemberantasan nyamuk bisa diatasi dengan fogging, termasuk aedes aegypti. Namun, tidak efektif dilakukan saat musim hujan. Spesialis Penyakit Dalam, Rumah Sakit Unhas, dr Sudirman Katu SpPD mengatakan, fogging hanya efektif ketika dilakukan sebelum musim hujan tiba. Ketika curah hujan tinggi, jentik nyamuk makin banyak dan fogging tak berpengaruh pada jentik nyamuk.

Cara terbaik menghindarkan diri dari gigitan nyamuk adalah dengan menggunakan kelambu. Selain itu, waspadalah ketika demam terjadi di musim ini. Salah satu ciri penyakit demam berdarah adalah demam yang cukup panjang yaitu dua hingga tujuh hari. Panas tubuh disertai sakit kepala serta bintik merah pada kulit. Jika tampak gejala ini, ada baiknya langsung ke rumah sakit.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr Alfina Baharuddin MKes mengatakan fogging tidak hanya membasmi nyamuk dewasa, sementara larva atau jentik masih tetap bertahan dan akan berkembang dalam waktu cepat. “Fogging juga menyebabkan nyamuk menjadi resisten (kebal) sehingga, tidak efektif sama sekali,” ungkapnya.

Penanganan DBD bisa dilakukan dengan pemberian abatisasi atau larvasiding yaitu pemberantasan jentik nyamuk dengan menaburkan bubuk larvasida. Terkait DBD, ia menuturkan bahwa anak-anak bayi dan balita sangat rentan terkena gigitan nyamuk. Hal ini karena kecenderungan daya tahan tubuh masih rendah.
Imun memengaruhi virus DHF yang masuk ke dalam tubuh. Nyamuk Aedes Aegypti akan mulai menggigit di jam 8-9 pagi dan 15.00 sampai 16.00. (tim)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!