Dinkes Gelar Rakor Percepatan Penanggulangan Stunting di Mamasa

by

 

 

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamasa menggelar Rapat Kordinasi(Rakor) penanggulangan Stunting yang dilaksanakan di Aula Hotel Sajojo Mamasa, Kamis 14 Maret 2019. Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda serta pejabat daerah serta para Kepala Puskesmas dan Kepala Desa.

Wakil Bupati Mamasa Marthinus Tiranda dalam sambutannya mengatakan, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan ia lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya. Dan keadaan itu terbanyak ada di 10 desa di Kabupaten Mamasa.

Kesepuluh desa tersebut yakni, Desa Paladan, Orobua Timur, Lisuan Ada’, Baruru, Hahangan, Pamoseang, Ulumambi, Masoso, Penatangan, dan Tandokalua’. Rapat Koordinasi ini amat penting diikuti karena stunting merupakan penyakit berbahaya yang tidak boleh dibiarkan. Persoalan ini harus segera diatasi agar Kabupaten Mamasa lepas dari penyakit berbahaya tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mamasa dr Hajai S Tanga mengatakan, terjadinya stunting menurut hasil riset disebabkan beberapa faktor yakni kekurangan gizi dan lingkungan tidak sehat. “Gizi merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, karena terdapat keterkaitan dan berhubungan dengan kesehatan dan kecantikan,”ujarnya.

Data Riset kesehatan (Riskesdas) tahun 2013, kata dr Hajai menunjukkan prevalensi balita Stunting di indonesia mencapai 37% (Terdiri dari 18% Sangat Pendek dan 19,2% pendek yang berarti terjadi peningkatan Tahun 2010 (35,6%) dan Tahun 2007 (36,8%).Dan di Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan hasil pemantauan status Gizi (PSG 2017),Prevalensi balita Stunting 40% (terdiri pendek 25,1% dan Sangat Pendek 14,9%.

Sedangkan Prevalensi balita stunting di Kabupaten Mamasa sebesar 44,1% (Terdiri pendek 29,1% dan sangat pendek 15%. Provinsi Sulawesi Barat merupakan Provinsi Kedua terbesar di Indonesia yang masyarakatnya Mengalami Stunting.urai Kadis Kesehatan

Ia mengatakan terkait hal ini harus ada Perhatian Seluruh Pihak Terkait Untuk Penaggulangan Penyakit Stunting dengan sasaran kesehatan Ibu Hamil, Ibu Melahirkan, Bayi Baru lahir dengan metode inisiasi menyusui dini (IMD) dan Pemberian Imunisasi lengkap serta makanan tambahan bagi Ibu yang kekurangan Ejergi Protein. Harap kadis .

Penanggulangan Stunting di Kabupaten Mamasa Optimis dapat terlaksana dengan baik dengan keseriusan Pemerintah daerah dalam Hal ini Bupati dan Wakil Bupati serta Seluruh Pengambil Kebijakan. Selain itu Perhatian dan Keseriusan Legislatif juga sangat menentukan proses penanggulangan Stunting ini.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *