Ratusan Perawat Ancam Mogok Kerja di Polman

by

 

 

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Ratusan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia( PPNI) Cabang Polewali Mandar (Polman), Selasa 26 Maret, menggelar aksi unjuk rasa. Aksi digelar ditiga tempat berbeda, yakni didepan Kantor DPRD Polman, RSUD Polman dan Kantor Bupati Polman.

Di Kantor DPRD Polman, para perawat ini datang untuk mempertanyakan seperti apa fungsi pengawasan legislatif terhadap eksekutif tentang nasib perawat yang sampai saat ini belum ada kejelasan status dan kesejahteraannya.

Namun jawaban yang diharapkan tak kunjung diterima, justru para anggota DPRD ini mempertanyakan apa tuntutan para pelawak tersebut. “Masa anggota DPRD tidak tahu apa maksud kedatangannya pada hal tahun lalu kita sudah tujuh kali melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan dan sejumlah Anggota DPRD dari Komisi IV. Cerita tong kosong itu para anggota DPRD tak tahu persoalan, setiap tahun bahas anggaran dan kalau tidak tahu persoalan nasib perawat,”kata Sekertaris PPNI, Rahmat S.Kep dengan nada kesal.

Bahkan, kata Rahmat, menyampaikan didepan para wakil rakyat agar semua tenaga perawat yang berstatus honorer suka rela baik di puskesmas maupun di rumah sakit akan melakukan aksi mogok kerja selama tuntutannya belum bisa terpenuhi. “Kasihan kami yang sudah puluhan tahun mengabdi tanpa mendapat upah yang layak,”pungkas Rahmat.

Para pengunjuk rasa melanjutkan aksinyang dikawal aparat kepolisian ke Rumah Sakit Umum Daerah( RSUD). Disini peserta aksi mempertanyakan kebijakan pihak RSUD Polman yang akan merektrut pegawai tenaga suka rela tanpa di gaji. Kedatangannya diterima Direktur RSUD Polman, dr Syamsiah “Saya merekrut pegawai tenaga kesehatan sesuai dengan surat Perintah Bupati Polman untuk menerima tenaga kesehatan karna sudah over loth ruangan, apa lagi ada ruangan baru yang mau ditambah tenaga kesehatannya,”ungkapnya.

Pernyataan akan dilakukannya penerima pegawai tenaga kesehatan tanpa digaji, ini perlu pengkajian yang mendalam merekrut pegawai tapi tidak digaji. Diaturan Kemenkes No 481 tahun 2017 yang melarang tentang adanya penerimaan/pengangkatan pegawai, manajemen rumah sakit sudah tidak sehat ada penerimaan tenaga suka rela. Namun membuat pernyataan bersedia bekerja tidak menuntut gaji ini sudah gila ibaratnya, kita berada di zaman penjajahan. Itu harus di evaluasi,”kata Ketua PPNI, H Ruadianto.

Para pengunjuk rasa yang mayoritas mengendarai roda dua, kembali meneruskan aksinya di Kantor Bupati Polman dan diterima oleh Asisten 3 Pemkab Polman. Para perwakilan Perawat yang masuk ini meminta Agar asisten 3 mewakili Pemkab Polman untuk tidak melukan Intimidasi terhadap Perawat Yang melakukan mogok kerja sebagai rasa Prihatian terhadap Nasib Para Perawat, dan juga menyuruh Direktur Rumah sakit untuk menghentikan Rekrutmen penerimaan pegawai tenaga kesehatan karna dasarnya tidak kuat

“Kita akan Konfrontir Pertemuan ini sama Pak Bupati Dan akan menyampaikan apa aspirasi para Perawat ini mungkin 2 atau 3 hari kedepan baru kita bisa liat hasilnya,”ujar Kallang Marzuki Asisten III Pemkab Polman

Diketahui perawat saat ini yang bekerja DiRumah sakit dengan Status Sukarela itu sebantak 247 dan Keseluruhan yang mengabdi diberbagai Puskesmas itu ada sekitar 701 semua masih berstatus suka rela. Mereka mengancam akan terus melakukan Aksi mogok sebelum tuntutan mereka Bisa dipenuhi.(win)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *