Sandera Penumpang Bus Sriwijaya, Teroris Dilumpuhkan di Maros

by

 

PAREPOS.CO.ID, MAROS – Pelaksanaan apel pagi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros sementara berlangsung aman seperti biasanya.

Namun, informasi dari BIN, salah seorang teroris dari Palu menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 102 akan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak Bandara berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak keamanan terkait.

Untuk mencegah kejadian darurat yang dapat terjadi kapanpun di area Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, petugas melakukan pemeriksaan dan mendeteksi setiap kendaraan yang lewat di area menuju keberangkatan dan kedatangan.

Setiap kendaraan diberhentikan oleh Airport Security bersama personil Polsek Bandara dibantu Paskhas TNI AU.

Setelah beberapa kendaraan bebas dari pemeriksaan dan deteksi bom, tiba saatnya mobil Grand Max kap terbuka warna hitam yang dicurigai petugas diduga membawa bom.

Ternyata benar, bom tersebut disimpan di bak belakang mobil terbungkus terpal warna hitam. Sontak petugas mengamankan sopir tersebut dan digiring ke kantor Polsek Bandara.

Saat sopir digiring oleh petugas, tiba tiba rekannya yang berada dibelakang menggunakan mobil Avansa, sontak melepaskan tembakan.

Sambil melepaskan tembakan, teroris kelabakan mencari perlindungan, akhirnya mobil bus Sriwijaya Air yang berada di belakangnya jadi sasaran sambil menyandera para penumpangnya yang mayoritas perempuan.

Dengan sigap pasukan anti teroris pun melakukan penyergapan terhadap teroris yang menyandera penumpang diatas bus dengan meledakkan kaca mobil bus dari samping.

Akhirnya, tersangka teroris pun dilumpuhkan, sehingga semua penumpang diatas bus Sriwijaya Air yang disandera diamankan oleh pasukan anti teroris.

“Pelaksanaan rangkaian latihan PKD ini guna melatih kesigapan para personil serta kesiapan peralatan pendukung, mengingat kejadian darurat dapat terjadi kapanpun”, jelas Direktur Operasi PT Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose, Rabu 13 Maret 2019.

Kegiatan ini, fungsi koordinasi, komunikasi, komando serta sinkronisasi antar unit dan instansi akan dilatih dan diuji sesuai dengan Dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara (Airport Emergency Plan Document), Dokumen Program Keamanan Bandar Udara (Airport Security Programme Document), serta Standar Opening Procedure (SOP) yang berlaku di bandara.

Latihan PKD ini terdiri dari tiga rangkaian simulasi, yakni latihan terkait penanganan ancaman keamanan bandara, penanganan kebakaran gedung dan latihan penanganan kecelakaan pesawat udara.(ila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *