Waspada!!! Gejala Tifus Mirip DBD

by

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Penyakit tipes disebabkan infeksi akut yang dibawa kuman Salmonella typhi yang menyerang saluran pencernaan dan lingkungan yang kurang bersih. Menurut Dekan Fakultas Ilmu Kesehatn (Fikes) Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare, Haniarti, S.Si, Apt, M.Kes, Jumat, 29 Maret, deman tifoid (tifus abdominalis) atau lebih populer dengan nama tifus merupakan penyakit infeksi akut yang banyak dijumpai di negara berkembang seperti di negara Asia Tenggara dan Afrika yang kebersihan dan kesehatan lingkungannya kurang memadai.

Ia menjelaskan tifoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi S. Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh feses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella.”Penyakit ini biasa menyerang saat bakteri tersebut masuk melalui makanan atau minuman, sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus,” katanya.

Bakteri itu, kata dia, mengikuti peredaran darah, bakteri ini mencapai hati dan limpa sehingga berkembang biak dan menyebabkan rasa nyeri saat di raba.
Gejala klinis demam tifoid pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan dengan penderita dewasa. Masa tunas rata-rata 10-20 hari, yang tersingkat 4 hari jika infeksi terjadi melalui makanan. Sedangkan yang terlama sampai 30 hari jika infeksi melalui minuman. “Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala seperti tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak bersemangat,” katanya.

Secara garis besar, kata dia, tanda dan gejala yang ditimbulkan tifus antara lain, demam lebih dari seminggu, siang hari biasanya terlihat segar, namun menjelang malamnya demam tinggi, nafsu makan yang buruk, sakit kepala, serta lidah kotor, bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah.
“Biasanya anak-anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas,” jelasnya.

Gejala lain, kata dia, mual berat sampai muntah, karena bakteri S.Typi berkembang biak di hati dan limpa. Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.
Kemudian penderita mengalami diare atau mencret, bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare. Tapi, dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).

“Gejalanya yakni badan lemas, pusing dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut,dan pingsan,” katanya. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.(has)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *