Enrekang Diplot jadi Daerah Destinasi Agrowisata Sulsel

by

PAREPOS.CO.ID, ENREKANG– Potensi komoditas pertanian yang melimpah, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendorong Kabupaten Enrekang jadi destinasi wisata Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dalam kunjungannya di Enrekang, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, Enrekang selama ini sudah dikenal sebagai pusat penghasil sejumlah komoditas pertanian unggulan. Seperti sentra utama sayur-mayur ke kawasan timur Indonesia. Juga penghasil kopi terbaik dan beberapa komoditas buah.

“Enrekang ini didukung dengan alam dan pemandangan yang cantik. Ini sebenarnya bisa jadi destinasi agrowisata. Pemkab Enrekang harus sudah ke arah sana untuk menambah PAD,” kata Andi Sudirman Sulaiman.
Wagub menambahkan, destinasi agrowisata sudah lama dikembangkan di Jawa. Baik di daerah Malang, Jawa Timur, Lembang di Jawa Barat dan daerah lainnya. Konsepnya bisa ditiru dan diterapkan di Enrekang. Misalnya pengunjung bisa datang memetik dan menikmati langsung buah di kebun.

“Ini sangat potensial di Enrekang, jadi agrowisata dikelola masyarakat atau petani sedangkan pemkab menjadi fasilitator. Jadi ada tambahan pendapatan baru untuk petani. Ada pasar wisata baru digarap,” jelasnya.
Wagub menambahkan, Pemprov juga berencana membangun rest area di Enrekang. Namun pihaknya berharap tak ada persoalan lahan. Pemprov sudah menetapkan 10 titik perencanaan pembangunan rest area. “Kami tinjau lahan di Buttu Macca, Kecamatan Anggeraja. Viewnya sangat cantik. Ini layak sisa menunggu kajian atau desain dari Pemkab Enrekang,” bebernya.

Pemprov sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan rest area sekitar Rp20 miliar. Namun baru akan diserahkan ketika kajian lahan rest area tak lagi bermasalah. “Jadi dana rest area nanti menyusul. Bantuan pemprov untuk tahap awal ini baru senilai Rp7 miliar. Ini untuk proyek infrastruktur jalan di Enrekang,” ujarnya.
Bupati Enrekang, Muslimin Bando menjelaskan, konsep agrowisata sudah sementara tahap pengembangan. Kata bupati, untuk agrowisata kopi dibuka di kawasan Benteng Alla Kecamatan Baroko.

Selain itu, Dinas Pariwisata juga akan mengembangkan agrowisata durian di Desa Kaluppang, Kecamatan Maiwa.
“Itu beberapa destinasi agrowisata yang akan dicoba. Tetapi memang perlu kerja sama lintas OPD agar penataan kawasan agrowisata lebih maksimal,” jelas Muslimin Bando.  Terkait rencana rest area, pihaknya berharap tak ada lagi persoalan kesiapan lahan. Pemkab sudah menyiapkan kawasan di sekitar area wisata Gunung Nona. Salah satunya di kawasan Buttu Macca.”Lokasinya dekat dengan jalan poros ke Toraja. Viewnya juga sangat indah. Saya kira lahannya memadai untuk membangun rest area. Bisa ada pusat kuliner, minimarket, sarana ibadah dan sebagainya,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *