PLN Panggil Pelanggan Imbas P2TL, Mursidiq : Berharap tak Ada Dirugikan

by

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Tim keberatan P2TL PT PLN Persero UP3 Parepare memanggil salah satu pelanggan PLN H Rusni Safa untuk didengar keterangan terkait keberatan yang dilayangkan kepada PLN dengan dugaan pelanggaran P2TL yang terjadi dirumah mereka di BTN Soreang Permai Blok M No.15 Parepare. Tim yang dipimpin oleh Mursidiq Hasan bersama dua anggota menggelar pertemuan guna mendengar keterangan dari pihak pelanggan PLN yang merasa dirugikan imbas program P2TL PT PLN Persero UP3 Parepare.

Pelanggan PLN Rusni Safa yang datang didampingi suami Nurdin Amin tetap Keukeh pada pendapatnya tidak menerima listriknya di segel oleh petugas P2TL karena adanya komponen meteran listrik miliknya rusak seperti yang ditemukan tim P2TL saat melakukan pemeriksaan meteran di rumah tersebut pada Rabu 10 April lalu.

Dihadapan tim keberatan P2TL, Nurdin Amin menceritakan kronologi bagaimana petugas P2TL mendatangi rumahnya yang kemudian berakhir dengan menyegel listriknya. “Saya bersumpah tidak pernah melakukan apa yang dimaksud oleh tim P2TL PLN terkait rusaknya segel dan komponen lainnya yang terdapat di meteran tersebut,” jelasnya

Menurutnya pemeriksaan awal oleh 2 orang petugas P2TL terhadap meteran mereka. Kemudian petugas menemukan segel meteran yang cacat, berikut komponen lain seperti baut dan piringan yang cacat. “Kalau ada yang cacat mungkin cacat memang, karena kami tidak tahu hal itu, yang pasti sebagai pelanggan PLN, listrik kami menyala, itu saja,” ujarnya

Dirinya juga tidak ingin menandatangani berkas berita acara pelanggaran yang disodorkan tim P2TL pada saat itu dan mengharuskan pihaknya untuk melayangkan keberatan di kantor PLN Persero UP3 Parepare.

Sementara tim keberatan P2TL berjumlah 3 orang yang dipimpin oleh Mursidiq telah mendengar keterangan Nurdin Amin dan istri selaku pelanggan PLN. Tim keberatan kemudian menampung keterangan tersebut dalam berita acara. Menurut Mursidiq, pihak PLN dalam hal ini tim keberatan P2TL selanjutnya akan memanggil petugas P2TL yang berkerja di lapangan guna dimintai keterangan satu persatu. “Ini kita lakukan bertahap, setelah mendengar keterangan pelanggan, selanjutnya kami akan memanggil petugas P2TL yang bertugas dirumah tersebut untuk dimintai keterangan seperti ini,” katanya

Hasil dari mengumpulkan keterangan iti akan dituangkan dalam berita acara yang selanjutnya akan dibahas dan di simpulkan dimana hasilnya akan diserahkan kepada pihak pelanggan yang keberatan. “Apakah akan dilakukan tindakan denda, atau seperti apa, semua kita berharap yang terbaik,” ujarnya

Menurut Mursidiq, pihaknya selaku tim keberatan berdiri sendiri dan independen yang bertugas meminta keterangan sesuai fakta di lapangan, baik dari pelanggan yang merasa dirugikan maupun keterangan dari petugas P2TL. Hasil dari temuan tersebut akan dirumuskan untuk kesimpulan yang terbaik. “Tugas kami meminta keterangan dan kroscek dari pihak yang terlibat di lapangan kemudian memberikan kesimpulan sesuai data dan fakta. Mudah-mudahan kami tidak mendzalimi dan kami bertanggung jawab kepada PT PLN Persero Parepare hingga ke wilayah,” ujarnya

Sebelumnya, pada kamis 11 April lalu, Nurdin Amin bersama istri Rusni Safa mengadukan keberatan atas penyegelan listrik yang dialaminya ke kantor PLN UP3 Parepare setelah petugas P2TL menyita meteran mereka. Pihak PLN kemudian membalas keberatan tersebut dengan memanggil mereka untuk dimintai keterangan. (wal)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *