Proyek Perbaikan Jalan Lamban, Ini Dampaknya di Kota Pangkep

by

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Debu yang menganggu pandangan pengguna jalan kian dikeluhkan para pengguna jalan. Hal itu dampak dari perbaikan jalan trans Sulawesi, yang berada tepat di jalan poros Makassar-Pare, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Keluhakn itu pun bukan hanya dirasakan pengguna jalan, tapi pengusaha warkop hingga makanan juga mengeluhkannya.

Pasalnya, perbaikan jalan yang dilaksanakan pemerintah provinsi tersebut, dinilai lamban pengerjaannya, yang berdampak pada penghasilan pedagang kecil, dan berdampak pula pada keselamatan pengendara. Dimana jalan tersebut, sejak dilakukan pengerjaan awal pada bulan Maret lalu 2019, hingga saat ini pihak pelaksana belum kembali mengerjakan perbaikan tersebut. Dengan kondisi jalan berlubang, berpasir dan berdebu. Keluhan pun datang dari, Imran pengusaha warkop disekitar jalan tersebut.

Ia mengatakan, dua hari sejak dilakukan pengerjaan awal dijalan itu, warung kopi miliknya sepi pelanggan, lantaran kondisi warkopnya berdebu dampak dari lambannya dikerjakan jalan tersebut.  “Sepi warkop, penghasilan menurun drastis, karena sangat sedikit sekalimi orang mau ngopi disini, berdebu. Mestinya pula pihak pelaksana, harusnya memperhatikan ini, jika memang pengerjaannya belum bisa dikerjakan secepatnya, harusnya tiap hari dilakukan penyiraman supaya tidak berdebu. Mana juga pengendara yang melintas, bahkan ada yang pernah terjatuh, jalanan berpasir,” tukas Imran.

Sementara Faisal, warga Pangkep, keluhkan kondisi jalan seperti ini, menurutnya dapat mengancam keselamatan pengguna jalan. “Berdebu sekali, perih mata. Mana jalannya berpasir, sangat hati-hati kalau kita berkendara, karena gampang terselip ban motor kalau seperti itu kondisinya. Ini sudah hampir sebulan dengan kondisi jalan seperti itu. Mestinya, harus dipercepat pengerjaannya karena jalan trans, jalur percepatan,” ujarnya. (awi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *