‘Akal Sehat’ Pemuda Muhammadiyah

by

Penguatan kemandirian Pemuda Muhammadiyah harus dijaga dari jebakan pragmatisme dan kecenderungan meraih popularitas dalam menjalankan roda organisasi. Mengingat, usia Pemuda Muhammadiyah telah memasuki fase aktualisasi dimana tidak lagi lantang dengan identitas dan eksistensinya, karena persoalan tersebut seharusnya sudah selesai pada periode yang lalu. Fase aktualisasi merupakan fase kemandirian, yang kemudian dapat diinterpretasikan kedalam 3 (tiga) tahap.

Laporan: Muhammad Naim
(Sekretaris Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan PD. Pemuda Muhammadiyah Kota Parepare)

Pertama, Tahap Eksternalisasi merupakan adaptasi (berdialog secara damai) terhadap perubahan. Artinya merefleksikan seluruh realitas yang menghasilkan gerakan yang reflektif, humanis dan transformatif mengawal keadaban.

Rela berkorban demi pengentasan masyarakat dari kebodohan dan ketertinggalan tanpa niat mengejar popularitas. Kedua, Tahap Obyektivasi, Pemuda Muhammadiyah harus menjadi inspirasi bagi seluruh gerakan organisasi-organisasi kepemudaan lainnya, tidak latah tetapi membumikan nilai-nilai keislaman di jalur kultural (cultural approach), moral-sosial (moral force) yang menjadi line gerakan Pemuda Muhammadiyah.

Ketiga, Tahap Internalisasi, upaya introspeksi reflektif secara organisasi terhadap kinerja masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Konsolidasi organisasi dan massifitas gerakannya menjadi agenda bersama dalam rangka penguatan basis gerakan kepemudaan.

Fase aktualisasi menuntut perubahan kedewasaan dan kemandirian, hal ini senada dengan Muqaddimah Anggaran Dasar Pemuda Muhammadiyah yang menekankan Pemuda Muhammadiyah sebagai penggerak untuk mewujudkan lingkungan yang berkeadaban melalui kontekstualisasi ajaran Islam.

Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus amanah yang diyakini sebagai ujian kepemimpinan oleh Allah sebagaimana firman-Nya dalam surat al-An’am ayat 165 yang mengingatkan kepada kita bahwa kepemimpinan dapat mengangkat derajat manusia sekaligus sebagai ujian.

Seiring khittah perjuangannya, Pemuda Muhammadiyah harus dapat mencerminkan kemandirian dalam menjalankan fungsinya sebagai organisasi yang maju. Selain itu, harus menjadi variabel pengubah kultur atau budaya berorganisasi kader-kader Pemuda Muhammadiyah ke arah yang lebih baik.

Agar kultur dan budaya khasanah merekat dalam setiap nadi gerakan Pemuda Muhammadiyah, maka diperlukan kemandirian untuk saling berlomba menuju keadaban. Selamat melanjutkan peran akal sehat, mewariskan estafet kepemimpinan, dan selamat menunaikan hajatan musyawarah Pemuda Muhammadiyah untuk Sulawesi Selatan yang berkeadaban. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *