Korupsi Dana Bimtek, Pimpinan dan Sekwan DPRD Enrekang Divonis 1,2 Tahun

by
PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR– Tiga orang anggota DPRD Enrekang, diantaranya pimpinan, divonis 1,2 tahun atau 14 bulan penjara. Vonis yang sama dijatuhkan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) Sangkala Tahir, serta tiga penyelenggara Bimtek, Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi.
Mereka yang dikenai vonis, yakni, mantan Ketua DPRD Enrekang Banteng Kadang, Wakil Ketua 1 DPRD Arfan Renggong, dan Wakil Ketua II Mustiar Rahim. Mereka juga didenda masing-masing Rp50 juta. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni satu tahun delapan bulan atau 20 bulan. Ketujuh terdakwa terbukti terlibat korupsi dana Bimtek dengan total kerugian negara Rp3,5 miliar.
Ketua Majelis Hakim Agus Rusianto, mengatakan, dalam amar putusannya ketujuh terdakwa terbukti melanggar pasal 3 Jo Pasal 4 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sehingga diputuskan terdakwa dihukum satu tahun penjara dua bulan.
“Putusan ini diambil berdasarkan fakta persidangan, salah satunya adalah memperkaya diri sendiri dan merugikan negara,” kata Agus, Selasa 11 Juni, kemarin.
Agus mengatakan, dalam persidangan terdakwa juga tidak pernah mengakui dan menyatakan sikap bersalah dalam kasus tersebut. Namun ada juga beberapa hal yang meringankan. Diantaranya kerugian negara sudah dikembalikan, sopan, jujur dalam persidangan. “Saya beri waktu tujuh hari untuk melakukan pertimbangan. Apakah melakukan banding atau menerima putusan ini,” lanjutnya.
Penasihat Hukum Banteng Kadang, Hendra, mengatakan, pihaknya belum bisa mengambil sikap dalam putusan tersebut. Ia masih akan mempelajari putusan tersebut. “Saya akan meminta salinan putusan dari panitera. Setelah itu baru bisa ambil sikap terima atau tidak,” uncapnya. Hal yang serupa juga diutarakan JPU, Nasaruddin. Pihaknya juga masih akan mempelajari hasil putusan. “Kami akan gunakan waktu tujuh ambil putusan,” katanya.(Fin/Ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *