Mahasiswa IAI DDI Polman Gelar Unras Anti Premanisme dalam Kampus

by

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Puluhan Mahasiswa Instut Agama Islam( IAI) Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Polman, Sabtu 29 Juni, menggelar aksi unjuk rasa didepan Kampus IAI DDI di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Premanisme (AMAP) tersebut meminta agar pihak kampus menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan kepada mahasiswa pada aksi sebelumnya.

Dalam aksi yang diikuti sekitar 30 lebih mahasiswa, sejumlah spanduk dan tulisan di karton dibentangkan dimana mereka mengutuk keras pelaku pengeroyokan. Stop kekerasan dalam kampus, menolak dikader premanisme, bersihkan kampus dari tindakan premanisme, dan jangan lupakan sila kedua dalam butir pancasila

Kordinator Lapangan ( Korlap), Riadhi mengatakan, insiden dugaan penganiayaan atau pengeroyokan secara membabi buta yang dilakukan beberapa oknum mahasiswa pada demonstran lalu dan juga beberapa oknum yang bukan dari kalangan mahasiswa memukul rekan mereka. “Atas perlakukan tersebut, kami mendesak pihak Kampus IAI DDI Polman agar dapat mengusut tuntas siapa oknum dibalik tindakan premanisme dan memprosesnya sesuai aturan hukum. Bukan hanya itu, pihaknya menolak menjadikan sertifikat Ikatan Mahasiswa Darul Dakwah Al Irsyad (IMDI) sebagai syarat penyelesaian studi dibatalkan karena tidak rasional diberlakukan di kampus.

“Kami selaku Aliansi Mahasiswa Anti Premanisme IAI DDI Polewali Mandar ingin menuntut kepada pihak kampus, agar memberikan sanksi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa penganiayaan atau pengeroyokan berupa sanksi Drop Out (DO). Juga kami mendesak pihak kampus agar kasus penganiayaan atau pengeroyokan yang telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib (Kepolisian) agar dikawal sampai tuntas,”tegasnya.

Wakil Rektor III IAI DDI Polman, Muh Arsyad menyampaikan kalau dirinya mengapresiasi yang sangat luar biasa karena datang untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan peristiwa beberapa hari yang lalu. Dan pihak kampus juga mengutuk keras tindakan aksi premanisme tersebut. “Kampus tidak membenarkan adanya aksi premanisme dalam perkuliahan. Kami bersama Ketua Yayasan sudah membahas tentang mahasiswa terkait dengan aksi mahasiswa pada beberapa hari yang lalu. Kita di kampus ini dibawahi oleh PB DDI, maka apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa akan saya sampaikan kepada PB DDI. Salah satu agenda kita dalam rapat nanti adalah membahas masalah sertifikat IMDI. Yang berhak mengambil keputusan tersebut adalah PB DDI,” papar Arsyad.

Ia menjelaskan, pada saat terjadi pengeroyokan di kampus ini kami telah berkoordinasi dengan Polres Polman untuk mengusut peristiwa penganiayaan oleh oknum mahasiswa. “Secara tegas kami pihak kampus tidak mau sesama mahasiswa terjadi konflik,”ujar Muh Arsyad.(win/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *