Satpol PP Tertibkan Ternak yang Berkeliaran, Distanpan Polman: Ini Sanksinya 

by
PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) bersama dengan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Rabu 12 Juni,  melalui Bidang Peternakan melakukan penertiban ternak yang  berkeliaran di perkampungan. Ternak kambing dan sapi yang berkeliaran kerap menggangu tanaman warga dan  pengguna jalan.
Operasi penertiban ternak dilakukan ditiga titik terpisah, mulai di Desa dan Kelurahan di Kecamatan Polewali, yakni di pantai bahari Kelurahan Polewali, Desa Mammi, dan di Kelurahan Lantora.

Kepala Satpol PP Kabupaten Polman, Aco Jamaluddin  menyampaikan, operasi ini masih  bersifat imbaun dan dilakukan karena banyaknya  keluhan masyarakat terkait ternak warga yang berkeliaran. Selain itu, menjadi tujuan untuk mendukung dan mempertahankan piala adipura yang sudah diraih.

“Dari tiga titik yang didatangi, hanya di Kelurahan Lantora yang didapati banyak berkeliaran ternak seperti Kambing dan Sapi. Hari ini mungkin sifatnya masih sosialisasi, namun besok apabila masih ada yang dijumpai berkeliaran maka ternak tersebut akan langsung ditangkap dan dinaikkan ke mobil truk untuk dikandangkan,”ujar Aco Djamaluddin.

Ternak yang diamankan nantinya akan dibawa ke karantina hewan yang ada di Desa Kanusuang, Kecamatan Luyo. Imbauan akan ternak untuk dikandangkan sudah berulang kali disampaikan, maka Satpol PP yang merupakan Penegakan Perda Penertiban Hewan  Nomor 6 tahun 2016 melaksanakan fungsinya. “Operasi penertiban ternak melibatkan 30 aparat Satpol PP, kegiatan ini akan terus dilakukan dan penindakan tegas,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Distanpan Polman, Ir. Kaharuddin mengatakan, kegitan ini dilakukan lantaran banyak laporan warga yang masuk terkait hewan peliharaan yang berkeliaran bebas dan kerap menggangu tanaman warga. Ia juga menyampaikan ternak liar ini banyak dikeluhkan karena sering masuk ke fasilitas umum, rumah ibadah dan halaman rumah warga.

“Sanksi untuk seekor kambing yang  ditangkap dendanya itu Rp 50 ribu per hari, sementara sapi dan kuda itu Rp 100 ribu perharinya. Selain itu, nantinya kalau ada pemilik ternak yang akan mengambil ternaknya akan menanggung sendiri biaya transportnya dari lokasi karantina,”jelas Kaharuddin.(win/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *