Soal Dugaan Raibnya Dana Dinkes, Kopel: Bisa Ada Oknum Lebih Kuat

by

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Sejumlah pihak disebutkan mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes), dr Yamin memerintahkan dan menikmati aliran dana dari Dinas Kesehatan. Bukan saja pihak eksekutif, namun juga legislatif tak lepas dari ‘nyanyiannya’. Menyikapi hal itu, Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, Syamsuddin Alimsyah menegaskan, kasus korupsi bukan kasus yang hanya satu oknum, tetapi melibatkan banyak oknum.

Bahkan, dirinya tidak yakin jika mantan Kadiskes Parepare, dr Yamin yang menjadi aktor utama dalam kasus tersebut. “Filosofi korupsi itu pastinya lebih dari satu orang yang terlibat. Ada inisiatornya, alirannya, dan banyak lagi. Bahkan saya meyakini masih ada aktor selain dr Yamin. Saya tidak terlalu yakin dr Yamin hanya sendiri, bahkan bisa ada oknum yang lebih kuat lagi,” ungkap Syamsuddin Alimsyah, kemarin.

Soal terseretnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare sebagai salah satu tempat aliran dana, Syamsuddin tidak sepakat, karena menurutnya, kemungkinan yang menerima dana tersebut adalah oknum di dalam DPRD, bukan lembaganya. Makanya, saat pimpinan DPRD tidak melaporkannya ke polisi, Syamsuddin sepakat. “Kita tidak bisa memastikan, karena kalau toh ada, itu merupakan permainan oknum perorangan. Jadi kalau lembaga yang dituduh, saya kira bukan,” ungkapnya.

Syamsuddin mendesak DPRD Parepare secara lembaga mengambil sikap untuk mendesak lembaga hukum, seperti kepolisian, dan kejaksaan agar mempercepat kasus ini, tentunya dengan transparan. “DPRD harus bersikap, desak lembaga hukum mempercepat penyelesaian kasus, apalagi DPRD sudah disebut. Transparansi kasus agar bisa diketahui kalau ada oknum yang turut menikmati dana. Jangan sampai kredibilitas dan kepercayaan DPRD di mata masyarakat semakin berkurang karena ini. Kawal kepolisian dan jaksa agar kasus ini transparan, sebab publik menunggu,” pungkasnya.

Sementara itu pihak kepolisian melalui penyidik Reskrim Polres Parepare, telah memeriksa 70 orang. Menurut Kasat reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing, mengaku tidak ingin terburu-buru dalam kasus ini, karena perlu fakta yang akurat, tidak berdasarkan asumsi-asumsi yang ada, sehingga semuanya harus dimintai keterangan lebih dulu. Jumlah dana yang diduga raib di Diskes sekira Rp6,7 miliar, diduga melibatkan mantan Kepala Diskes Parepare, dr Yamin, dan sejumlah pihak, di antaranya eks pejabat dan pejabat aktif dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare. (mat/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *