Tersangka Kasus Reklamasi Pantai Kupa Segera Ditetapkan

by

PAREPOS.CO.ID,BARRU– Kasus reklamasi atau penimbunan pantai di Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru yang kini ditangani Polda Sulsel, sudah masuk dalam tahap penyidikan. Kasus yang menjadi sorotan warga tersebut, sebab reklamasi pantai itu tak mengantongi izin. Bahkan saat penimbunan dilakukan, sebelumnya sudah ada surat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barru untuk menghentikannya.

Masalah yang menyeret nama Kapolres Barru, AKBP Buhraman tersebut, pihak Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel belum menetapkan tersangka. Alasannya, penyidik berkoordinasi dengan ahli dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Koordinasi dulu ke KKP, setelah itu segera ditetapkan tersangka,” ungkap mantan penyidik KPK ini.

Sebelumnya, Kapolres Barru, AKBP Burhaman telah diperiksa di Subdit IV Ditreskrimsus terkait proses reklamasi sepanjang 170 meter dan lebar 40 meter di pesisir Pantai Kupa, Barru. Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengungkapkan, walau yang diduga terlibat adalah anggota kepolisian, pihaknya tidak akan pilih kasih.

Kasus ini mencuat setelah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulsel menemukan dan informasi yang didapat dari masyarakat di lapangan, aktivitas penimbunan pesisir dan laut serta penggalian tanah urungan di pegunungan dilakukan pada saat malam hari. Diperkirakan pukul 22.00-03.50 Wita dini hari. Walhi menyebut, pelaku pemrakarsa atas nama, Burhaman yang juga Kapolres Barru.

Proses penimbunan ini, berdasarkan kajian Walhi juga, meresahkan masyarakat di sekitar lokasi karena suara bising dari arah penimbunan. Belum lagi, aktivitas yang mereka lakukan tidak memiliki izin dari dinas terkait seperti dinas lingkungan hidup, dinas perikanan dan kelautan, dinas ESDM serta dari pemerintah provinsi.

Sementara itu, Kapolres Barru Burhaman mengatakan, kasus reklamasi yang dilaporkan karena adanya kecemburuan sosial. Sebab, oknum yang melaporkan ini pernah meminta lahan pemilik, Jamal. “Lagian ini bukan reklamasi tetapi penimbunan,” kata Burhaman, kemarin.

Ia membantah punya keterlibatan. Sebab, Jamal yang menimbun. Apalagi, alasannya menimbun karena tanah itu miliknya. “Sudah 13 tahun ia tinggal di sana. Alasannya menimbun karena untuk menahan ombak,” ujar Kapolres Barru.

Beberapa waktu lalu, warga Desa Kupa, Jamal mengklaim reklamasi di Pantai Kupa itu tidak benar, karena lahan yang ditimbun itu adalah lahan miliknya. “Jadi tidak benar itu kalau yang saya timbun itu adalah pantai, lahan itu adalah lahan orang tua saya yang telah diwariskan kepada saya,“ ujar Jamal, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, lahan seluas 170×40 meter diakuinya berada di bibir pantai, tapi masih lahan milik orang tuanya. “Kami sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di sini, bahkan saya lahir di lokasi ini,” katanya. Pihaknya heran, kalau tanah ini disoal. Ia menimbun sesuai batas-batas tanah yang dimilikinya.(*/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *