Wow, Inovasi Pemkab Pangkep ‘Kelas Perahu’ Mendunia

by

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Penghargaan tingkat internasional diraih program kelas perahu yang merupakan inovasi bidang pendidikan Kabupaten Pangkep. Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) mengakuinya, dan menganugrahi Pangkep award. Penyerahan penghargaan dari PBB akan diterima Wabup Pangkep, Syahban Sammana di Republik Azarbaijan, pekan depan. Selain penghargaan tentang inovasi bidang pendidikan yang pernah diraih ditingkat nasional, kelas perahu kembali mengangkat nama Pangkep ke tingkat dunia.

Wakil Bupati Pangkep, H Syahban Sammana, mewakili Pemkab Pangkep, akan berangkat 22 Juni 2019 ke Azerbaijan untuk menerima penghargaan dari PBB. “Kami akan berangkat bersama 3 orang dari Sulsel untuk menerima penghargaan tersebut,” kata Syahban, akhir pekan lalu. Mantan Kepala Bappeda Pangkep itu mengatakan, berbagai administrasi untuk keberangkatan sudah disiapkan. Acara penganugrahan penghargaan tingkat dunia oleh PBB itu dilaksanakan di Republik Azarbaijan pada 22 Juni 2019.

Inovasi kelas perahu, menjadi fenomenal di Pangkep karena memberikan kesempatan kepada para warga wajib belajar di wilayah kepulauan untuk mendapatkan pendidikan meski secara non formal. Syahban menjelaskan jika inovasi ini mengantar Pangkep hingga masuk dalam 20 inovasi kelas dunia.  Kepala Balitbangda Pangkep, Risnawaty Sakkirang, menjelaskan masih banyak inovasi yang dimilki Pangkep terutama di tiap OPD. Risnawaty berharap agar inovasi lainnya juga dapat mengangkat nama daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

Sekadar diketahui, kelas perahu adalah tempat belajar bagi siswa pada perahu yang digunakannya untuk melaut. sebagai sebuah layanan pendidikan di daerah kepulauan Kabupaten Pangkep bagi siswa yang melaut dengan sistem belajar mandiri dengan menggunakan LKS. Ini merupakan sebuah upaya membantu memberi pelayananan pendidikan untuk semua terhadap banyaknya anak putus sekolah dan tidak melanjutkan pendidikan di daerah kepulauan Kabupaten Pangkep, baik karena anak tersebut bekerja membantu orang tua maupun karena kondisi ekonomi.

Pelayanan pendidikan di kelas perahu memberi kesempatan kepada semua anak untuk tetap bersekolah, baik yang terdaftar di sekolah reguler oleh pemerintah maupun yang dikelola masyarakat dengan tidak diskriminatif dalam memberikan layanan dan bersifat ramah anak .  Proses pembelajaran pada kelas perahu disesuaikan dengan kondisi siswa pada saat melaut dan pada saat siswa tidak melaut. Sehingga pembelajaran tetap dilaksanakan di tempat siswa berada. Pada pelaksanaan proses pembelajaran, dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan ramah anak sesuai dengan tempat siswa berada.

Kegiatan guru dalam pembelajaran dengan cara mendampingi siswa yang berada di kelas perahu untuk melaksanakan pembelajaran, dengan kegiatan, penjelasan materi, pemberian tugas dan pembimbingan penugasan siswa pada LKS, dan pembelajaran berbasis lingkungan wilayah kepulauan. Selain itu, penilaian untuk mengukur ketercapaian PBM guru menggunakan LKS, buku tugas dan portofolio siswa untuk penilaian. Hal itu untuk dapat mengetahui keberlangsungan pembelajaran di kelas perahu.(*/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *