Dinas TPHP Kembangkan Padi Organik di Bungoro

by

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) mulai mengembangkan padi organik di wilayah kecamatan Bungoro. Hasilnya diharapkan selain sehat, petani juga dapat menikmati harga yang tinggi dibandingkan beras non organik.
Kepala Dinas TPHP Pangkep, Hj St Faridah Idasari SP MSi yang ditemui mengatakan pengembangan budidaya padi organik akan terus dilakukan.

Untuk tahap pertama dilakukan demplot seluas 2 hektare di kelurahan Sapanang dan kelurahan Samalewa kecamatan Bungoro. “Kita uji coba dulu diwilayah Bungoro ini, kalau hasilnya bagus, selanjutnya kita akan kembangkan ke wilayah lain. Karena di wilayah Bungoro ini, terdapat banyak lahan persawahan irigasi,”ujarnya kemarin.

Pihak pemerintah atau instansi terkait terus berupaya agar petani dapat tertarik dengan menanam padi organik. Dalam demplot tersebut, kata Farida, dilakukan dengan menggunakan kompos sebanyak 5 ton per hektare serta cairan organik lainnya. Dengan umur tanaman 90 hari lebih, maka diharapkan dapat di panen.

Pada panen padi organik tersebut, sebisanya diperoleh hasil antara 7,4 ton hingga 7,9 ton per hektare. Diakuinya kurang maksimal karena faktor air yang kurang dimusim kemarau ini. Petani yang menggarap sawah yang digunakan demplot itu sebanyak 50 orang. “Saya mau kembangkan jika harganya tinggi dibandingkan beras biasa,” kata Muhtar petani setempat. Pemkab rencananya akan membantu pemasaran beras organik tersebut agar menjadi daya tarik bagi petani. (awi/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *