Duh, Perusahaan Marmer Pekerjakan TKA Asal Cina, Ternyata Cuma Tamatan SMA

by

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Hasil dari sidak yang dilakukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), meninggalkan sejumlah pertanyaan besar. Pasalnya, perusahaan marmer yang merekrut pekerja dari Tenaga Kerja Asing (TKA) yang hanya tamatan SMA di negara asalnya. Timpora juga menemukan satu orang TKA adalah perempuan.”Mengenai pendidikannya, mereka ini tamat SMA,” ujar Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar yang terjun memantau sidak tersebut

Sementara itu, Disnaker Provinsi Sulawesi Selatan mengancam akan mengusulkan ke pihak Imigrasi untuk dilakukan deportasi terhadap puluhan TKA yang didapati di Pangkep. Lantaran 20 TKA yang masuk ini tidak memiliki sertifikat keahlian yang sesuai dengan bidang kerjanya di perusahaan tersebut. “Harusnya ada klasifikasi bidang keahlian masing-masing yang disesuaikan dengan bidang pekerjaannya. Jika hal itu tidak terpenuhi, maka akan kita laporkan ke Imigrasi untuk dideportasi ke negara asalnya,” jelas Pengawas TKA Dinas Ketenagakerjaan Sulsel, Andi Wildan.

Bukan hanya itu, sebanyak 20 TKA ini tidak ada yang menguasai bahasa asing., terlebih lagi Bahasa Indonesia.
Sehingga hal itu menyulitkan para TKA ini untuk berkomunikasi, termasuk di lingkungan perusahaan marmer tersebut. “Pekerja asing ini sebenarnya diwajibkan untuk menguasai bahasa di negara tujuannya. Mereka wajib tahu bahasa setempat. Ini mereka saja tidak bisa berbahasa Inggris. Jadi menyulitkan untuk komunikasi,” pungkasnya. Belum lagi, 20 TKA ini hanya berlatar belakang pendidikan SMA saja, sementara perusahaan menempatkan mereka sebagai tenaga ahli. “Akan kita cek juga nantinya jika tidak sesuai dengan bidang keahliannya,” jelasnya.

Perusahaan Marmer Ditutup

Terpisah, Kadisnaker Pangkep, Jufri Baso berencana¬† menutup sementara perusahaan tambang tersebut. Hingga kelengkapan berkas dan laporan mempekekerjakan TKA masuk ke Disnaker. “Tidak boleh beroperasi sampai ada izin, karena ini sampai sekarang belum ada laporannya. Walaupun sudah kita cek visanya ini pakai izin tinggal sementara.Tetapi masih ada satu lagi yang tidak memiliki dokumen, ini yang kita ambil untuk dibawa ke imgirasi,” jelasnya.

Pihaknya juga memberi batas waktu ke perusahaan marmer tersebut untuk segera melengkapi berkas para TKA dalam jangka waktu sepekan.”Ditutup, tidak boleh beroperasi. Sebenarnya kita ingin angkut semua TKA ini agar turun ke bawah dulu, supaya mereka betul-betul tidak beraktivitas disini, hanya terkendala kendaraan. Kita tunggu mereka semua diantar oleh perusahaan ke kota Pangkep,” jelasnya.

Dijelaskan juga bahwa, dalam dokumen yang dimiliki TKA ini, hanya memiliki izin tinggal terhitung Juli 2019-Agustus 2020 nanti. “Sebelum jatuh tempo mereka harus kembali ke negaranya. Tetapi terlepas daripada izin tinggal yang dimiliki. Laporan perusahaan juga harus segera masuk, tidak boleh bekerja sampai surat semuanya lengkap,”paparnya.(awi/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *