Kasus Obat di Parepare, LSM Fokus Gelar Unjuk Rasa

by

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fokus melakukan aksi unjuk rasa di Polres, Pemkot, dan Kejari Parepare, Kamis 11 Juli. Pendemo mempertanyakan sejumlah kasus yang terjadi di Parepare, di antaranya, kasus dugaan korupsi di Dinas Kesehatan (Diskes) yang ditangani Polres, serta kasus obat yang ditangani Kejari Parepare.

Di Makopolres Parepare, demonstran diterima Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi. Demonstran mempertanyakan kesigapan Polres Parepare menyelesaikan kasus Diskes yang menyeret Plt Kadiskes, dr Muh Yamin. Salah seorang pendemo, H Rahman Saleh, mengatakan, polisi sebagai lembaga hukum seharusnya tidak tumpang tindih dalam menyelesaikan kasus Diskes ini, sehingga mengusik pikiran masyarakat.

“Saya tidak meragukan kinerja polisi. Di sini itu lengkap, bahkan penyidiknya hebat-hebat. Tapi, kasus ini sangat mengusik pemikiran kita sebagai warga Parepare. Kami khawatir jangan-jangan ada permainan. Apalagi yang ditunggu, segera ungkap siapa terjaring dalam kasus ini, jangan tumpang tindih,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi, mengungkapkan, jika pihaknya tidak pernah melakukan hal-hal sesuai pernyataan tersebut. Dirinya juga mengaku kinerja anggotanya masih dalam jalur yang baik atau on the track.  “Kami masih on the track, hilangkan prasangka-prasangka yang buruklah. Saat ini, kami menunggu BPKP untuk mengetahui kerugian negaranya, setelah itu kita langsung gelar perkara di Polda. Kalau mau silakan cek datanya, kami lebih takut hukum Allah SWT,” ujar Pria.

Adu Mulut Sekda dan Pendemo

Menurutnya, kasus dugaan korupsi Diskes termasuk cepat, dan meminta dicek kasus lainnya yang lama.
Setelah menyalurkan aspirasinya di Mapolres, demonstran menuju Kantor Walikota Parepare. Di sana, mereka akan diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Parepare, Iwan Asaad, namun ditolak pendemo. Demonstran bahkan bersitegang dan beradu mulut dengan Sekda, karena mereka hanya ingin bertemu dengan Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe. Pendemo tidak membiarkan Sekda berbicara.

Koordinator Lapangan, Sappe, mengatakan, pihaknya sudah tiga kali datang ke kantor Walikota ingin bertemu Walikota Parepare, namun hal itu tidak pernah tercapai. “Apakah salah jika seorang masyarakat ingin bertemu dengan Walikotanya. Kami hanya ingin bertemu beliau, bukan Sekda. Ini tentu bukan jiwa pemimpin yang kita inginkan,” teriaknya saat berdialog. “Saya juga mempertanyakan di sini, kenapa ada Wali kota yang melaporkan warganya ke polisi,” lanjut Ketua RW di Tonrangeng ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Parepare, Iwan Asaad, sangat kecewa dengan demonstran, karena tidak membiarkan dirinya berbicara, tidak sesuai dengan cara berdemonstrasi yang baik. “Mereka kan mau bertanya, meminta konfirmasi, tapi saat mau dijelaskan, kenapa tidak mau mendengarkan. Kita ini juga mantan jenderal lapangan bos, jadi kami tahu bagaimana cara berdemonstrasi dengan baik. Bagaimana dialog terbentuk kalau begitu. Bahkan, mereka menuduh saya inisiator,” jelasnya, saat konferensi pers pasca demo.

Iwan juga menuturkan, alasan pihak pemerintah daerah mengambil langkah hukum dengan melaporkan orang menyebar surat pernyataan (SP) yang mencantumkan nama Walikota, dan tersebar di sosial media.
“Kenapa kami ambil langkah hukum, karena ini sebagai edukasi sebagai masyarakat, agar setiap postingan-postingan dilakukan dengan tanggung jawab,” tuturnya. (mat/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *