Mattiro Sompe jadi Percontohan Kawasan Budidaya Kakap Putih

by

PAREPOS.CO.ID, PINRANG– Kecamatan Mattiro Sompe dijadikan kawasan percontohan budidaya ikan kakap putih. Sebanyak 200 ribu benih disebar di wilayah tersebut. Launching kawasan budidaya kakap putih dilakukan, di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, dihadiri Dirjen Budidaya Perikanan, Slamet Soebjakto disaksikan Wakil Bupati Pinrang Alimin, Rabu 10 Juli. Turut hadir Kepala Balai Perikanan Ambon, Kepala Balai Perikanan Takalar dan Kadis Perikanan dan Kelautan Pinrang, Andi Budaya, disaksikan aparat pemerintah kecamatan dan petani tambak.

Dirjen Dirjen Budidaya Perikanan, Slamet Soebjakto menyampaikan, launching kawasan kakap putih di Pinrang merupakan yang pertama di Indonesia. Menurutnya, Kabupaten Pinrang sudah tidak asing baginya. Dirjen mengaku telah beberapa kali ke Pinrang dan mengetahui sejak lama potensi Pinrang dalam sektor perikanan.
Melaunching kawasan budidaya kakap putih, kata Dirjen, agar fokus terhadap perkembangan budidaya kakap putih. Sehingga, lanjutnya, pengembangan budidaya kakap putih dapat lebih berkembang.

Kakap putih dipilih, kata Dirjen karena banyak orang yang menyukai jenis ikan ini. Selain itu, potensi pasar kakap putih juga sangat menjanjikan hingga menembus ke pasar ekspor. Pada launching tersebut, Dirjen dan Wabup Pinrang juga melepas benih kakap putih di salah satu tambak milik petani. Wakil Bupati Pinrang, Alimin menyampaikan, potensi Pinrang di sektor perikanan sangat menjanjikan. Hal ini, lanjut Wabup, dapat dilihat dari potensi geografis Kabupaten Pinrang dengan bentangan laut yang panjang.

Olehnya itu, ia berharap, kedatangan Dirjen Budidaya Perikanan di Pinrang dapat mendorong sektor perikanan yang ada di Pinrang, khususnya kawasan budidaya kakap putih untuk dapat lebih berkembang. Pada kegiatan itu, juga diberikan bantuan kakap putih kepada beberapa kelompok tani di Pinrang.

Pertumbuhan Lebih Cepat

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto saat berdialog dengan penyuluh perikanan dan pembudidaya setempat, menyarankan agar lebih bagus jika penyuluh perikanan lapangan mengelola lahan budidaya sebagai tempat ujicoba setiap teknologi baru, sebelum disebarluaskan ke pembudidaya binaannya. “Saya sempat kaget karena kakap putih bisa dibudidayakan bersama dengan udang windu dalam satu petakan tambak yang lebih awal dicoba penyuluh,” ungkap Slamet ketika melakukan sampling pertumbuhan kakap putih di Desa Waetuoe.

Budidaya kakap putih yang dilakukan kelompok pembudidaya ikan di desa Waetuoe dan Kelurahan Lanrisang, Kecamatan Lanrisang merupakan benih bantuan dari Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Ambon. “2019 sudah ada sekitar 335 ribu ekor bantuan benih kakap putih dari BPBL Ambon yang tersebar di lima kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Lanrisang dan Kecamatan Suppa,” ungkap Abdul Salam, Penyuluh Perikanan di Desa Waetuoe, Kecamatan Lanrisang saat berdialog dengan DJPB.

Dijelaskan, pertumbuhan kakap putih cukup bagus dan lebih cepat dari bandeng. Dari padat tebaran 1.000 ekor per hektare, mampu mencapai bobot 300-350 gram per ekor dalam tempo 75 hari sejak tebar. “ Agar bisa hidup secara polikultur dengan udang windu, lebih dahulu ditebar benur udang windu 10-15 ribu ekor. Selang satu bulan baru disusul tebar benih kakap putih, sehingga ikan kakap tidak memangsa udang windu. “Ikan kakap seberat 300-350 gram itu sudah laku di pasaran sekitar Rp 20-25 ribu per ekor,” ungkap Waris, salah seorang petambak di Desa Waetuoe.

Dirjen mengatakan, budidaya kakap putih memiliki prospek pasar yang bagus. Selain dipasarkan hidup, juga dipasarkan dalam keadaan sudah mati dengan harga yang sama-sama mahal. Soebjakto juga menjelaskan, bantuan benih ikan dari KKP sebagai bentuk motivasi bagi pemerintah pusat agar pembudidaya tetap semangat meningkatkan produksi hasil perikanan. Dalam kunjungannya di Lanrisang DJPB didampingi kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar dan Kepala Dinas Perikanan Pinrang. Selain mengunjungi kelompok pembudidaya ikan di Desa Waetuoe, juga melihat proses produksi pakan mandiri bantuan KKP 2016 di Koperasi Tani (Koptan) Lanrisang Kecamatan Lanrisang. (mnr/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *