Pertamina Target Hadirkan Satu Pangkalan Perdesa, Ini Tujuannya

by

PAREPOS.CO.ID,BANDUNG– Guna memperkuat pendistribusian tabung gas elpiji ke masyarakat. PT Pertamina akan memprogramkan hadirnya satu pangkalan ditiap desa. Saat ini jumlah pangkalan yang dimiliki sekitar 20 ribu, dari target sebanyak 34 ribu pangkalan.

Hal itu diungkapkan,Pjs Manager Domestik Gas Regional VII, I Nyoman Sumarjaya dalam kegiatan media Gathering Sulawesi 2019, di Kota Bandung, Jumat 18 Juli, malam. “Kita ingin elpiji itu tepat sasaran, utamanya yang bersubsidi. Dan tiap pangkalan dapat mengikuti kebutuhan dan jumlah warganya,”ujarnya.

I Nyoman menuturkan, hadirnya pangkalan ditiap desa selain untuk mengantisipasi kelangkaan juga untuk bisa meratakan pendistribusian. Ditambahkannya, para pangkalan juga akan diimbau agar tdk hanya memperjualbelikan elpiji bersubsidi, tapi yang non subsidi juga penting. Sehingga, harapan kita masyarakat yang memang sudah tak layak menggunakan elpiji bersubsidi sudah bisa beralih ke yang reguler.

Plat Balancer

Dalam pertemuan tersebut, I Nyoman Sumarjaya juga memberikan penjelasan terkait sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat. Salah satunya terkait plat balancer elpiji 3 kg yang menuding pihak Pertamina melakukan sebuah kecurangan untuk mengurangi isi tabung. “Berat plat balancer yang ada menempel ditabung itu sekitar 5,1 kg,”katanya.

Terkait mengapa itu perlu dipasang, lanjut I Nyoman, secara umum tabung elpiji 3 kg diproduksi dengan jumlah banyake sehingga tidak heran, beberapa tabung beratnya kurang. Sebab, berat tabung 3 kg dalam kondisi kosong berkisar 5,1 kg.

Sehingga, jika tabung kekurangan berat 0.05 kg akan ditambahkan satu plat, kekurangan berat 0.1 kg akan ditambah dua plat. Selanjutnya, kekurangan berat 0.15 kg ditambah tiga plat. Serta, Kekurangan 0.2 kg ditambah empat plat. Masing-masing disebelah kanan. ” Tujuan dari penambahan plat tersebut agar supaya berat tabung rata-rata menjadi 5.1 kg. Dan, proses penambahan plat blancer ini sah dan tidak bertujuan untuk mengurangi isi tabung elpiji,” jelasnya.

Ditambahkannya, kebutuhan atas elpiji di seluruh Indonesia kini berkisar antara 6,97 juta ton per tahun. Sedangkan jumlah produksi dalam negeri hanya sekitar 1 juta ton. Sehingga, sekitar 6 juta ton pertahuannya sebagian di datangkan dari import. Dan dari besaran jumlah kebutuhan itu, 6,7 ton di antaranya diperuntukan buat elpiji 3 kg. “Marilah kita bersama-sama memiliki rasa dan kepedulian akan hal itu, karena merupakan tugas bersama sebagai warga negara yang baik,”tutupnya.

Lima Perwakilan Media Provinsi

Sebelumnya, dalam pembukaan kegiatan Media Gathering Sulawesi 2019 di Hotel Aston Tropicana, Bandung
yang diikuti perwakilan media cetak, elektronik dari lima wilayah provinsi yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Provinsi Gorontalo.

Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Khatim Irwan mengungkapkan, berbagai temuan akan kendala yang ditemukan awak media di lapangan pada intinya tidak ada unsur kesengajaan akan hal tersebut.

Terkait dengan kegiatan media gathering yang dilaksanakan dari tanggal 18-20 Juli 2019, merupakan wujud apresiasi Pertamina MOR VII Sulawesi atas kontribusi teman-teman media. Namun, pada intinya kegiatan ini bertujuan untuk lebih mempererat hubungan tali silaturahmi antara PT Pertamina dan rekan media.

Dalam kegiatan tersebut, peserta media gathering diajak berkeliling Kota Bandung di antaranya, Dago Dream Park. Selanjutnya, berkeliling Bandung menggunakan Bandung Tour on Bus (Bandros) serta, melihat pertunjukan di Saung Angklung Udjo.(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *