Ribuan Ton Pupuk Urea Bersubsidi Segera Disalurkan, Sukirman: Jual Diatas HET Laporkan

by

PAREPOS.CO.ID,POLMAN– Sebanyak 7.930 ton pupuk urea bersubsidi segera didistribusikan untuk kelompok tani di Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Pupuk urea bersubsidi akan disalurkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) untuk para kelompot tani. Untuk itu, agar pengawasannya lebih tepat dan terarah Distanpan menggelar rapat koordinasi dengan komisi pengawasan pupuk dan pestisida yang dilaksanakan di Aula Distanpan Polman, Jumat 19 Juli 2019.

Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten II Pemkab Polman, Sukirman Saleh yang dihadiri oleh Kepala Inspektorat Polman Ahmad Syaifuddin, Kepala Bidang Pertanian Ibrahim Wela, dan sejumlah distributor pupuk dan pestisida, beserta Komisi Pengawasan Pupuk.

Kepala Bidang Pertanian Distanpan, Ibrahim Wela menyampaikan, dasar hukum dalam pengawasan pupuk dan pestisida ini berdasarkan pada
Peraturan mentri pertanian nomor 39 tahun 2015 tentang pengadaan pupuk bersubsisdi dan peraturan menteri tentang pengawasan pestisida.

“Komisi pengawasan ini hadir untuk diberikan pemahaman agar dalam pengawasannya dapat memastikan pupuk itu sampai ke tangan petani berdasarkan yang tertuang dalam RDKK yang dibuat oleh petani,”ujarnya.

Ia menambahkan, yang mendapatkan pupuk bersubsidi ini adalah petani yang berkelompok yang tertuang dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok(RDKK). Ia juga menyampaikan untuk stok pupuk di Polman untuk 16 Kecamatan yakni Urea 7930 ton, SP 36,530 ton, za 2.960 ton, NPK 4.647 ton,dan pupuk organiknya 180 ton.

Asisten II Pemkab Polman Sukirman Saleh dalam pertemuan mengatakan, tujuan terbentuknya tim pengawas ini semata-mata demi kebaikan konsumen dan petani. Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) diharapkan dapat bekerja maksimal bekerja dilapangan dalam melakukan pengawasan memastikan kwalitas dan harga pupuk.

“Jika ada yang menjual lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (Het) itu patut dipertanyakan dan laporkan. Namun jika lebih rendah itu tidak menjadi masalah dan apabila berada jauh di pelosok dengan harga sedikit berbeda itu mungkin dapat kita pahami karena transportasi kesana,”ujar Asisten II Pemkab Polman Sukirman Saleh.

Komposisi yang terlibat dalam pengawasan yakni Pemkab Polman, Kejaksaan, Kepolisian, dan Lembaga Sosial Masyarakat.

“Komisi pengawasan ini akan turun kelapangan untuk memastikan kualitas pupuk dan memastikan penjual pestisida tidak menjual bahan makanan atau makanan. Jika didapati akan dilakukan pembinaan,” katanya.(win/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *