SPBU Kompak Satu Harga, Budiamin: Satu-satunya di Kepulauan Terluar Sulsel

by

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Kompak Satu Harga yang beroperasi sejak awal 2019 di wilayah kepulauan terluar di Provinsi Sulawesi Selatan. Menjadi bukti, akan wujud komitmen pemerintah melalui PT Pertamina yang diberikan kewenangan untuk menyediakan energi kepada seluruh masyarakat di Indonesia.

SPBU Kompak Satu Harga yang berada di Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Kecamatan ini diketahui merupakan wilayah kepulauan terluar di Provinsi Sulawesi Selatan yang berbatasan dengan Provinsi NTB dan Bali. SPBU ini terbangun di tahun 2018 dan telah beroperasi tahun ini dibawah naungan PT Kaluku Jaya Mas.

Dampaknya, pun sangat dirasakan masyarakat yang sebahagian besar berpenghasilan sebagai nelayan. “Alhamdulilah pendapatan masyarakat kian meningkat, karena lebih banyak waktu mencari setiap bulan , sebab tidak lagi ke Kota Makassar membeli Bahab Bakar Minyak (BBM),”kata Anggota DPRD Pangkep dari Dapil Kepulauan, Budiamin SE, Minggu 14 Juli 2019.

Budiamin mengakui, beberapa kendala yang dihadapi dengan menghadirkan SPBU Kompak Satu Harga diantaranya masalah perizinan. “Mungkin di karenakan karena baru ada satu di Sulsel, jadi semua istansi terkait masih canggung dengan persoalan BBM karena belum memahaminya,”katanya.
Untuk stok ke SPBU Kompak Satu Harga, yang memiliki luas lahan sekitar 200 meter dan panjang hampir 300 meter dari Pertamina sebanyak 100 ton bensin dan 100 ton solar.

Penantian hadirnya SPBU Kompak Satu Harga selama ini telah terjawab, dan itu sangat direspon positif dan menjadi kebahagian tersendiri bagi masyarakat kepulauan khususnya di Kabupaten Pangkep. Terkait harga, lanjut legislator Golkar, untuk Solar Rp 5.150 perliter dan Bensin atau premium Rp 6.500 per liter. Dan untuk sementara SPBU ini melayani kebutuhan nelayan dari tiga desa sekitarnya yakni Desa Sabalana, Desa Balo-baloang dan Desa Sabaru dengan sistem pengangkutan BBM menggunakan kapal besi.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Pangkep, H Syamsuddin A Hamid SE memberikan apresiasi kepada PT Pertamina, Kementerian ESDM dan juga BPH Migas yang telah mensuport untuk menghadirkan SPBU Kompak Satu Harga di wilayah kepulauan terluar di daerahnya. Syamsuddin mengakui, jarak Pulau Matalaang, Kecamatan Liukang Tangaya dari Kota Kabupaten sangat jauh sehingga masyarakat terbantu dengan adanya program ini, terutama dalam penggunaan BBM untuk transportasi laut dan mata pencaharian para nelayan. ” Moga kedepan akan hadir lagi program seperti ini di wilayah Kecamatan Liukang Kalukuang Masalima (Kalmas) yang juga merupakan wilayah pulau terluar ,” singkatnya.(ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *