Usai Diperiksa Jaksa, DPO Kejari Dititip di LPKA Parepare

by

PARE POS. CO. ID, PAREPARE — Salah seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pengadaan obat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, yakni mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muh Syukur, diringkus penyidik Kejari Parepare, Selasa 16 Juli, malam.

Kepala Kejakasaan Negri Parepare, Andi Darmawangsa, mengatakan, tersangka Muh Syukur ditangkap di Perumahan Graha Samata Kabupaten Gowa, sekitar 00.45 dini hari.

“Setelah melakukan penelusuran, tadi kami jemput tersangka di rumah keluarganya di perumahan Graha Samata Gowa, sekitar 00.45 dini hari,” jelasnya kepada awak media.

Namun, lanjut Darmawangsa, tersangka kasus obat yang merugikan negara sebesar Rp 3,4 miliar ini, tidak ditemani Penasehat Hukumnya (PH), sehingga saat ini, tersangka Muh Syukur ditahan sementara di Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPKA) Kelas II Parepare, untuk menunggu jadwal pemeriksaan lebih lanjut.

“Ngga tau yah, mungkin tersangka kurang koordinasi dengan PHnya, sehingga kami titipkan dulu di LPKA II Parepare, sambil menunggu PHnya, karena kita mau periksa lagi,” ungkapnya.

Dari pantauan PARE POS.CO.ID, Muh Syukur keluar dari ruang pemeriksaan Kejari Parepare dengan mengenakan rompi tahanan, memakai masker dan topi berwarna coklat. Semenatar itu tambah Darmawangsa, saat ini pihaknya juga sedang menunggu satu tersangka dalam kasus obat, yakni mantan bendahara RSUD Andi Makkasau Parepare, Taufiqurrahman.

“Tadi katanya saudaranya mau menyerahkan diri, dan sedang dalam perjalanan, saya tidak tau kenapa belum sampai, nanti saya informasikan lebih lanjut,” tambah Darmawangsa.

Muh Syukur memang sudah menjadi DPO Kejari Parepare bersama dua tersangka lainnya, yakni Taufiqurrahman, dan mantan direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr Yamin. (mat/ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *